Suka Aksi Alex Honnold Manjat Taipei 101? Ini 5 Judul Netflix Lain yang Bikin Kaki Gemetar dan Jantung Berdebar

Kompas.com, 28 Januari 2026, 17:33 WIB
Galuh Putri Riyanto,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Aksi Alex Honnold kembali bikin dunia tercengang. Pendaki asal Amerika Serikat itu mencetak sejarah dengan memanjat Taipei 101 tanpa alat pengaman alias free solo.

Momen ekstrem tersebut disiarkan langsung oleh Netflix lewat dokumenter Skyscraper Live pada Minggu (25/1/2026).

Gedung setinggi 508 meter yang terbuat dari baja, kaca, dan beton itu berhasil ditaklukkan Honnold dalam waktu 1 jam 31 menit.

Setelah sampai di puncak, Honnold cuma merayakannya dengan satu kata, “Keren” dan mengambil selfie legendaris seperti di bawah ini.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Netflix US (@netflix)

Buat penonton yang suka tontonan olahraga ekstrem yang bikin kaki gemeter dan jantung deg-degan seperti menonton Alex Honnold memanjat Taipei 101, Netflix masih punya banyak dokumenter serupa.

Berikut daftarnya:

1. Race to the Summit (2023)

Race to the Summit (2023) bisa ditonton di Netflix dengan durasi 1 jam 30 menit.
Netflix Race to the Summit (2023) bisa ditonton di Netflix dengan durasi 1 jam 30 menit.

Race to the Summit adalah dokumenter yang mengikuti persaingan dua pendaki ekstrem, Ueli Steck dan Dani Arnold, dalam memecahkan rekor speed climbing di jalur-jalur paling berbahaya Pegunungan Alpen. Ini termasuk Eiger North Face yang dijuluki “death face".

Bagi kebanyakan orang, memanjat tebing gunung saja sudah terdengar mustahil. Namun, bagi Steck dan Arnold, tantangannya justru bagaimana melakukannya secepat mungkin, tanpa tali pengaman, di dinding utara Alpen yang terkenal ekstrem.

Baca juga: Trik Upload Potongan Film Netflix ke Medsos dengan Aman, Ini Caranya

Dokumenter ini menyoroti momen ketika dominasi Steck sebagai “pendaki tercepat di dunia” mulai digoyang oleh Arnold sejak 2011.

Keduanya terlibat perlombaan senyap tapi intens, berpindah dari satu gunung ke gunung lain di Swiss dan Prancis, demi mencatat waktu tercepat dalam olahraga yang risikonya bisa berujung fatal.

Di tengah ketegangan itu, film ini juga menjelaskan apa itu alpinisme, sejarahnya, serta tantangan teknis dan mental yang dihadapi para pendaki. Kehadiran Alex Honnold, yang dikenal lewat Free Solo, memberi perspektif tambahan tentang dunia panjat tebing ekstrem.

Race to the Summit (2023) bisa ditonton di Netflix dengan durasi 1 jam 30 menit.

2. 14 Peaks: Nothing Is Impossible (2021)

Perjalanan Nims menaklukan 14 puncak tertinggi di dunia bisa ditonton di 14 Peaks: Nothing Is Impossible (2021) do Netflix dengan total durasi 1 jam 41 menit.Netflix Perjalanan Nims menaklukan 14 puncak tertinggi di dunia bisa ditonton di 14 Peaks: Nothing Is Impossible (2021) do Netflix dengan total durasi 1 jam 41 menit.

14 Peaks: Nothing Is Impossible mengisahkan ambisi luar biasa pendaki asal Nepal, Nirmal Purja, yang bertekad menaklukkan seluruh 14 gunung tertinggi di dunia dengan ketinggian di atas 8.000 meter hanya dalam satu musim pendakian.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau