UpScrolled, Medsos Buatan Palestina Mendadak Populer di AS

Kompas.com, 30 Januari 2026, 08:44 WIB
Lely Maulida,
Wahyunanda Kusuma Pertiwi

Tim Redaksi

Sumber TechCrunch

KOMPAS.com - UpScrolled, media sosial yang dikembangkan inkubator startup asal Palestina belakangan populer di Amerika Serikat, khususnya setelah TikTok melakukan divestasi bisnisnya di Negeri Paman Sam.

Diberitakan sebelumnya, kesepakatan antara AS dan China terkait divestasi TikTok di AS kabarnya resmi diteken pada Kamis (22/1/2026).

Dengan kesepakatan ini, bisnis TikTok di AS tidak akan lagi bergantung sepenuhnya ke ByteDance, induk TikTok yang bermarkas di China.

Nah, sejak kabar itu beredar, sejumlah pengguna TikTok di AS mencari alternatif media sosial lain. UpScrolled menjadi salah satu aplikasi yang dilirik pengguna karena menjanjikan platformnya netral dari agenda politik.

Baca juga: Babak Akhir Drama Pemblokiran TikTok, AS-China Teken Kesepakatan Divestasi

Bahkan aplikasi dengan logo yang membentuk kata "Up" itu sudah bertengger di peringkat pertama dalam daftar media sosial yang paling banyak diunduh di App Store AS. Sementara di Play Store, aplikasi ini bercokol di urutan keenam.

Tangkapan layar AppFigure, menampilkan media sosial UpScrolled di urutan pertama aplikasi paling banyak diunduh di AS di platform App Store (kiri). Sementara di Play Store (kanan), aplikasi ini ada di urutan keenam.AppFigure Tangkapan layar AppFigure, menampilkan media sosial UpScrolled di urutan pertama aplikasi paling banyak diunduh di AS di platform App Store (kiri). Sementara di Play Store (kanan), aplikasi ini ada di urutan keenam.

Pencapaian ini membuat UpScrolled mengungguli Threads, WhatsApp, hingga Telegram.

Menurut data platform analisis pasar Appfigures, UpScrolled diunduh hingga 41.000 kali pada 21-24 Januari 2026, atau di pekan yang sama dengan kabar divestasi TikTok di AS beredar.

Jumlah itu setara dengan sepertiga dari total unduhan UpScrolled sepanjang masa.

Sejak saat itu, UpScrolled juga mendulang peningkatan rata-rata unduhan, menjadi sekitar 14.000 unduhan harian. Jumlah ini meningkat sekitar 2.850 persen dibanding rata-rata unduhan harian sebelumnya.

Lonjakan pertumbuhan itu juga membuat server UpScrolled kewalahan. Hal ini diakui oleh UpScrolled di media sosial X/Twitter.

"Kalian muncul begitu cepat sehingga server kami kewalahan. Frustasi? Iya. Emosional? Iya juga. Kami adalah tim kecil yang membangun apa yang telah dihentikan oleh perusahaan teknologi besar. Saat ini kami sedang meningkatkan skalanya. Bersabarlah," kata UpScrolled di X/Twitter lewat akun dengan handle @realUpScrolled.

Bila diakumulasikan, total unduhan UpScrolled sudah mencapai 140.000 kali per 26 Januari 2026. Sebanyak 75.000 di antaranya merupakan unduhan dari pengguna di AS. Artinya, separuh unduhan berasal dari AS.

Baca juga: Server TikTok Mati Listrik, FYP Pengguna Mendadak Jadi Aneh-aneh

Tampilan UpScrolled

Tampilan aplikasi UpScrolled, media sosial bikinan startup PalestinaKompas.com/Lely Maulida Tampilan aplikasi UpScrolled, media sosial bikinan startup Palestina

UpScrolled, yang rilis bulan Juli tahun lalu, tampaknya cukup unik. Media sosial ini seperti fusi antara Instagram, X (Twitter), dan TikTok.

Pengguna bisa membagikan foto, video maupun teks, menemukan konten baru, hingga berkirim pesan langsung (direct messages/DM).

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau