Komdigi Siapkan 8.000 Akun Canva Pro Gratis untuk UMKM

Kompas.com, 7 Februari 2026, 07:00 WIB
Marsha Bremanda,
Yudha Pratomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyiapkan 8.000 akun Canva Pro gratis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Langkah ini dilakukan untuk membuka akses alat produksi digital sekaligus memperkuat keterampilan desain dan literasi digital pelaku usaha.

Program tersebut juga merupakan bagian dari kerja sama antara Kementerian Komdigi dan Canva.

Dalam kegiatan Canva Hangout feat Komdigi: Bikin Ide Digital Makin Nyata di Garuda Spark Innovation Hub, FX Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026), Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan bahwa penyediaan akun Canva Pro gratis ini menjadi langkah awal kolaborasi yang ke depan akan terus diperluas.

"Saya ucapkan selamat atas kerja sama yang kita laksanakan hari ini. Ini baru langkah pertama, ke depan akan terus diperluas agar semakin banyak individu dan komunitas yang dapat terlibat dan merasakan manfaatnya," ujar Meutya dalam keterangan resmi yang diterima KompasTekno. 

Baca juga: Indonesia Negara Pengguna Canva Terbesar di Asia, Ketiga di Dunia

Ia juga menegaskan, keterampilan desain dan produksi konten digital kini menjadi kebutuhan utama bagi pelaku UMKM, bukan lagi sekadar pelengkap.

"Bagi UMKM, keterampilan kreatif dan desain digital bukan lagi kebutuhan tambahan, tapi sudah menjadi kebutuhan utama untuk mendesain, memasarkan, dan menjual produk," ujar Meutya.

1 miliar desain lahir

Dalam kesempatan tersebut, Meutya juga mengapresiasi capaian global Canva yang mencatat lahirnya 1 miliar desain baru sepanjang 2025.

Menurut Meutya, capaian tersebut mencerminkan besarnya potensi ekonomi kreatif berbasis desain digital, termasuk kontribusi dari kreator Indonesia.

"Kami cukup terharu mendengar laporan bahwa dalam tahun 2025 ada 1 miliar desain baru yang lahir dari Canva. Semoga semakin banyak kreator Indonesia yang berkontribusi dari capaian besar tersebut," kata Meutya.

Meutya memaparkan, sektor ekonomi kreatif saat ini menyumbang sekitar 7–8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan nilai sekitar Rp1.600 triliun per tahun, serta menyerap lebih dari 50 juta tenaga kerja.

Adapun ekonomi digital Indonesia pada 2024 tercatat mencapai nilai 90 miliar dollar AS dan diproyeksikan meningkat hingga 360 miliar dollar AS pada 2030.

Dengan proyeksi tersebut, Indonesia dinilai berpotensi menjadi pemain utama ekonomi digital di Asia Tenggara.

"Pertumbuhan ini didorong oleh e-commerce, layanan keuangan digital, transportasi berbasis aplikasi, serta meningkatnya adopsi teknologi digital oleh UMKM yang berkontribusi sekitar 60 persen terhadap PDB nasional," jelas Meutya.

Baca juga: Mendikdasmen Minta Canva Perluas Pelatihan Guru hingga Wilayah 3T

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau