KOMPAS.com - Fitur keamanan di iPhone kembali jadi sorotan. Kali ini, fitur Lockdown Mode atau mode penguncian milik Apple dilaporkan begitu kuat hingga Biro Investigasi Federal AS kerepotan mengambil data dari sebuah iPhone yang disita dalam proses penyelidikan.
Informasi ini terungkap lewat dokumen pengadilan yang dilaporkan sejumlah media teknologi.
Dalam berkas tersebut, Federal Bureau of Investigation (FBI) mengakui tidak berhasil mengakses sebuah iPhone 13 milik jurnalis The Washington Post, Hannah Natanson. Musababnya, perangkat tersebut berada dalam kondisi Lockdown Mode saat disita.
Penggeledahan dilakukan pada Januari lalu sebagai bagian dari penyelidikan dugaan kebocoran data rahasia yang melibatkan seorang kontraktor Pentagon (markas besar Departemen Pertahanan AS).
Dalam penggeledahan itu, FBI menyita sejumlah perangkat milik Natanson dan The Washington Post, termasuk iPhone 13, dua MacBook Pro, hard disk eksternal, perekam suara, dan sebuah smartwatch Garmin.
Baca juga: Apa Itu Mode “Lockdown” di iPhone dan Kapan Harus Digunakan?
Khusus iPhone 13, ponsel ini ditemukan dalam kondisi menyala dan sedang diisi daya. Namun, ketika itu layar menampilkan keterangan bahwa perangkat berada dalam Mode Lockdown.
Karena fitur tersebut aktif, tim forensik FBI atau Computer Analysis Response Team (CAR) tidak dapat mengekstrak data apa pun dari iPhone tersebut.
Berkas pengadilan tersebut diketahui dibuat sekitar dua minggu setelah penggerebekan. Ini menyiratkan bahwa spesialis FBI tidak mampu menembus Lockdwon Mode selama rentang waktu tersebut.
Fakta ini memberi gambaran langka tentang seberapa efektif Mode Lockdown dalam menghalangi upaya forensik digital, termasuk yang dilakukan aparat penegak hukum sekelas FBI, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Mashable, Jumat (6/2/2026).
Ilustrasi fitur Lockdown Mode di iPhone.Mode Lockdown sendiri diperkenalkan Apple sejak iOS 16 dirilis pada 2022. Fitur ini kini menjadi fitur bawaan di iPhone, iPad, dan Mac.
Apple sendiri menyebut Lockdown Mode sebagai perlindungan untuk “ancaman digital yang sangat jarang dan sangat canggih”. Jadi cocok untuk pengguna dengan risiko keamanan tinggi, seperti jurnalis, aktivis, atau tokoh publik yang berpotensi menjadi target spyware.
Spyware sendiri adalah jenis perangkat lunak berbahaya (malware) yang menyusup ke perangkat (komputer/ponsel) tanpa izin untuk memata-matai, mencuri data pribadi (kredensial, data perbankan, riwayat browsing), dan memantau aktivitas pengguna secara diam-diam.
Saat diaktifkan, Mode Lockdown membatasi banyak fungsi iPhone. Dalam laman Support, Apple merinci beberapa app dan fitur tidak akan berfungsi seperti biasanya, termasuk:
Pembatasan inilah yang membuat banyak alat forensik digital milik aparat tidak bisa bekerja, karena umumnya membutuhkan koneksi fisik ke perangkat untuk menyalin data.
Meski tujuan awal Mode Lockdown adalah melindungi pengguna dari serangan spyware canggih, kasus ini menunjukkan efek samping yang signifikan, yakni kemampuan fitur tersebut untuk menahan upaya pengambilan data bahkan oleh lembaga sekelas FBI.
Baca juga: iPhone Laris Manis, Penjualannya Pecahkan Rekor Sepanjang Masa
Cara mengaktifkan Lockdown Mode di iPhone.Meski begitu, fitur Mode Lockdown ini harus diaktifkan secara manual oleh pengguna. Berikut caranya.
Selengkapnya soal Lockdown Mode Apple bisa disimak lewat link berikut ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang