KOMPAS.com – Perusahaan perangkat lunak asal Australia, Atlassian, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 10 persen dari total karyawannya atau sekitar 1.600 orang.
Atlassian merupakan pembuat sejumlah platform kolaborasi kerja popule, seperti Jira, Confluence, hingga Trello.
Pengumuman PHK alias layoff ini disampaikan langsung oleh CEO Atlassian, Mike Cannon-Brookes di blog resmi Atlassian.
Mike mengatakan keputusan PHK ini merupakan bagian dari restrukturisasi perusahaan untuk meningkatkan investasi di bidang kecerdasan buatan (AI) serta memperkuat bisnis penjualan ke segmen perusahaan (enterprise).
"Langkah ini juga dengan berat hati harus kami lakukan untuk memperbaiki profil keuangan perusahaan, sekaligus menyesuaikan strategi kerja supaya bisa lebih cepat dan efisien di era AI," jelas Mike.
Baca juga: Oracle PHK Karyawan dan Tunda Rekrutmen, gara-gara Otomatisasi AI
Mike melanjutkan, langkah ini tidak ada hubungannya dengan AI yang sepenuhnya bisa menggantikan pekerjaan manusia yang terdampak PHK.
Namun di sisi lain, ia tak menampik bahwa AI sejatinya telah mengubah alur pekerjaan dan kebutuhan keterampilan tenaga kerja, serta jumlah posisi yang diperlukan di beberapa bidang.
Oleh karena itu, Mike menyebut perlu adanya restrukturisasi supaya perusahaan bisa beradaptasi dengan AI secara efisien dan cepat di masa depan.
Mike menjelaskan bahwa dari 1.600 karyawan terdampak, mayoritas bekerja di Amerika Utara.
Secara rinci, sekitar 40 persen karyawan yang terkena dampak berada di wilayah tersebut, diikuti Australia sekitar 30 persen, serta India sekitar 16 persen.
Selain di Amerika Utara, pemangkasan karyawan dalam jumlah lebih kecil juga akan terjadi di wilayah Eropa, Timur Tengah, Afrika, Jepang, dan Filipina.
Karyawan yang terdampak PHK ini akan mendapatkan e-mail dari perusahaan terkait proses selanjutnya, termasuk pembayaran hak-hak mereka sesuai ketentuan dan hukum yang berlaku di negaranya masing-masing.
Baca juga: Amazon PHK Ratusan Karyawan Divisi Robotik
Kabarnya, Atlassian sudah menyiapkan biaya restrukturisasi kurang lebih 230 juta dollar AS (sekitar Rp 3,8 triliun). Biaya ini mencakup pesangon karyawan dan pengurangan ruangan kantor.
Adapun restrukturisasi perusahaan ditargetkan akan rampung secara substansial pada kuartal keempat tahun ini, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Atlassian.com.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang