CEO Replit turut menyuarakan pendapatnya, dengan menyebut bahwa peran software engineer, dalam bentuknya saat ini, bisa "menghilang".
Baca juga: Bos Nvidia Minta Programer Berhenti Coding
Meski terdengar ekstrem, perubahan ini tidak berarti programmer akan tergantikan oleh AI sepenuhnya. Mode AI masih memiliki keterbatasan, terutama dalam menangani masalah baru dan yang sifatnya kompleks.
Kesalahan atau "halusinasi" yang dilakukan AI dalam mendesain sistem pun masih kerap terjadi, sehingga tetap dibutuhkan engineer untuk melakukan pengecekan dan pengambilan keputusan.
Dalam konteks ini, peran engineer jadi berubah, dari penulis kode menjadi perancang dan penguji sistem, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Times of India.
Adapun perubahan ini juga mulai memengaruhi dunia pendidikan. Pendiri Code.org menilai pembelajaran ilmu komputer ke depan perlu lebih menekankan logika dan pemecahan masalah, alih-alih sintaks.
"Coding sudah mati. Hidup coding," ujarnya.
Pernyataan tersebut merangkum arah perubahan yang tengah terjadi. Ia sekan menegaskan bahwa coding tidak benar-benar hilang, tetapi cara manusia melakukannya kini mulai berubah.
Saat ini, yang menjadi pembeda bukan lagi seberapa cepat programmer menulis kode, melainkan seberapa baik ia memahami dan merancang sistem yang dibangun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang