Kenapa Laptop Harus Dikeluarkan dari Tas Saat Pemeriksaan Bandara?

Kompas.com, 22 Maret 2026, 11:02 WIB
Galuh Putri Riyanto,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Saat melewati pemeriksaan keamanan di bandar udara (bandara), penumpang sering diminta mengeluarkan laptop dari tas sebelum tas tersebut masuk ke mesin pemindai X-ray.

Hal yang sama juga sering berlaku untuk tablet berukuran besar.

Namun, yang jadi pertanyaan bagi sebagian banyak orang, mengapa hanya laptop dan tablet yang harus dikeluarkan dari tas atau koper kabin?

Mengapa perangkat elektronik lain seperti ponsel, earphone, atau headphone biasanya tidak perlu dipisahkan? Jawabannya berkaitan dengan ukuran dan struktur perangkat tersebut.

Batasan X-ray

Laptop dan tablet memiliki baterai ukuran besar, rangka logam, serta berbagai komponen elektronik yang lebih padat dari HP atau headphone.

Baca juga: Apple Luncurkan “Digital ID”, Pelancong Tak Perlu Tunjukkan Passpor di Bandara

Komponen-komponen ini membuat laptop terlihat sangat “tebal” dalam hasil pemindaian X-ray.

Pada mesin X-ray konvensional yang digunakan di banyak bandara, kepadatan tersebut dapat menghalangi pandangan petugas terhadap barang lain yang berada di dalam tas.

Pasalnya, mesin X-ray bandara bekerja dengan menembakkan sinar X ke dalam tas.

Sinar ini akan lebih sulit menembus material yang padat, seperti logam atau baterai berkapasitas besar. Ketika sinar sulit menembus, bagian tersebut terlihat gelap atau solid di layar pemindai.

Laptop memiliki sejumlah komponen yang membuatnya tampak seperti blok padat pada gambar X-ray. Misalnya baterai lithium berukuran besar, papan sirkuit utama (motherboard), serta berbagai komponen elektronik yang tersusun rapat di dalam perangkat.

Akibatnya, jika laptop atau tablet tetap berada di dalam tas, bagian bawahnya bisa tertutup dari pandangan mesin pemindai. Hal ini membuat petugas sulit melihat benda lain yang berada di bawah atau di belakang laptop di dalam tas.

Karena itulah petugas biasanya meminta penumpang mengeluarkan laptop atau tablet dan meletakkannya di baki terpisah.

Dengan cara ini, perangkat dapat diperiksa dengan lebih jelas tanpa menutupi barang lain di dalam hand carry.

Alasan laptop harus dikeluarkan saat pemeriksaan bandara.Azmanl/Getty Images via Islands Alasan laptop harus dikeluarkan saat pemeriksaan bandara.

Di Amerika Serikat, aturan ini bahkan sudah menjadi prosedur resmi selama bertahun-tahun. Otoritas keamanan transportasi AS, Transportation Security Administration (TSA), menyebut penumpang memang harus mengeluarkan laptop dari tas saat pemeriksaan X-ray.

Tujuannya agar petugas keamanan dapat melihat perangkat tersebut dengan jelas dan memastikan tidak ada benda berbahaya, seperti bahan peledak, atau teknologi mencurigakan lainnya.

Baca juga: Dokter Bedah Digugat gara-gara Jual NFT Foto X-ray Pasien

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau