Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Raja Ampat Dipromosikan Jadi Destinasi Selam Impian Turis Australia

Kompas.com, 10 Desember 2025, 16:31 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Penulis

Sumber KEMENPAR

KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memperkuat promosi wisata bahari Indonesia ke pasar internasional, khususnya Australia, melalui kegiatan Familiarization Trip (famtrip) bertajuk “Beyond the Barrier: Raja Ampat Awaits!”.

Program yang digelar bersama Katembe Indonesia ini berlangsung pada 26 November–2 Desember 2025 dan secara khusus menyasar pelaku usaha perjalanan wisata selam serta jurnalis foto bawah laut dari Australia.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi istimewa di mata komunitas selam global.

Baca juga: Wisata Pulau Tujuh, Destinasi yang Dijuluki Raja Ampat Mini

Kekayaan biodiversitas laut yang diakui dunia menjadi modal kuat untuk menarik wisatawan selam internasional, terutama dari Australia yang dikenal memiliki minat tinggi pada destinasi selam premium.

“Minat tinggi diver Australia terhadap spot selam berkualitas menjadi peluang strategis untuk mendorong peningkatan kunjungan wisata bahari ke Indonesia,” ujar Ni Made.

Menurut data BPS 2024, lebih dari 49 persen atau sekitar 820.000 wisatawan Australia memilih Indonesia untuk menikmati wisata bahari. Angka ini menunjukkan bahwa pasar Australia merupakan segmen potensial yang terus berkembang.

Pesona jantung megabiodiversitas dunia

Famtrip ini diikuti empat perwakilan industri selam dan fotografer bawah laut ternama dari Australia, yakni Dive Adventures Australia, Diveplanit Travel Pty Ltd, Pro Dive Sydney, dan Nigel Marsh Photography.

Mereka diajak mengeksplorasi keindahan bawah laut Raja Ampat, Papua Barat Daya, wilayah yang dikenal sebagai pusat megabiodiversitas dunia.

Sejumlah spot selam ikonis menjadi highlight perjalanan, seperti:

  • Mioskon
  • Friwen Wall
  • Batu Lima
  • Blue Magic
  • Sawandarek
  • Arborek
  • Manta Sandy
  • Melissa’s Garden
  • Piaynemo

Ragam titik selam tersebut menegaskan posisi Raja Ampat sebagai bucket-list diving destination yang menawarkan pengalaman kelas dunia sekaligus mengusung prinsip keberlanjutan dan konservasi.

Selain aktivitas selam, peserta juga berinteraksi dengan masyarakat lokal, termasuk mengunjungi komunitas “Viking Papua” di Desa Wisata Arborek dan menikmati panorama karst Piaynemo yang telah menjadi ikon wisata bahari Indonesia.

Baca juga: Bagaimana Nasib Raja Ampat Kini Setelah Polemik Tambang Nikel?

Peserta bermalam di Katembe Private Island, yang didukung secara penuh oleh Katembe Indonesia dan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.

Penguatan jejaring bisnis wisata bahari

Setelah eksplorasi lapangan, famtrip ditutup dengan sesi business networking di Le Meridien Jakarta.

Pertemuan dipimpin oleh Asdep Pemasaran Pariwisata Mancanegara II, Yulia, dan dihadiri perwakilan Katembe Indonesia, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, serta sejumlah asosiasi seperti PADI, ASITA, IINTOA, dan JANGKAR.

Forum ini menjadi ruang berbagi informasi terkait perkembangan pariwisata minat khusus dan peluang pertumbuhan wisata bahari, seiring meningkatnya pasar selam internasional.

Pariwisata Raja Ampat Pariwisata Raja Ampat

Ni Made menegaskan bahwa famtrip tersebut merupakan langkah penting untuk mendukung target 1,8 juta kunjungan wisatawan Australia, terutama pada segmen wisata bahari dan penyelam.

Namun demikian, aspek keberlanjutan menjadi fokus utama mengingat Raja Ampat merupakan destinasi premium yang harus dijaga kualitas ekosistemnya.

Kemenpar, bersama Katembe Indonesia dan mitra strategis seperti Garuda Indonesia Sydney, Marriott Bonvoy, Le Meridien Jakarta, dan Grand Anara Airport Hotel, berkomitmen memperluas kemitraan dan memperkuat promosi terpadu di pasar internasional.

Baca juga: Letak dan Jarak Pulau Gag yang Jadi Tambang Nikel dari Ikon Wisata Raja Ampat

“Famtrip ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk meningkatkan awareness dan memperluas eksposur Raja Ampat serta destinasi bahari Indonesia lainnya di pasar Australia,” ujar Made.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Travel Ideas
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Travel News
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Travel News
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Travel Ideas
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Travel Ideas
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Travel News
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
Travel News
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Travel News
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Travel News
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Travel News
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Travel News
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Travelpedia
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Travel News
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Travel News
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau