KOMPAS.com - Stasiun Jatake di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, dijadwalkan akan beroperasi melayani penumpang mulai akhir Januari 2026.
"Stasiun Jatake dirancang untuk mempermudah akses masyarakat Pagedangan dan sekitarnya menuju pusat aktivitas ekonomi, dengan waktu tempuh yang lebih efisien dan biaya transportasi yang terjangkau," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam siaran resmi, dikutip Kamis (22/1/2026).
Untuk diketahui, Stasiun Jatake merupakan stasiun yang berada di lintas Commuter Line Tanah Abang-Rangkasbitung.
Baca juga: Resep Opor Ayam Gurih, Lengkap dengan Tips agar Santan Tidak Cepat Basi
Koridor ini merupakan koridor utama pergerakan harian masyarakat, antara wilayah penyangga dan pusat aktivitas ekonomi Jakarta.
Berdasarkan data BPS Januari 2026, Kabupaten Tangerang dihuni sekitar 3,46 juta jiwa, dengan 67,82 persen penduduk berada pada usia produktif (15–59 tahun).
Komposisi demografi tersebut membentuk pola mobilitas harian yang tinggi. Khususnya bagi pekerja dan pelaku usaha yang beraktivitas lintas wilayah menuju Jakarta.
Pada 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Tangerang tercatat 76,74 dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,94 persen.
Angka ini mencerminkan dinamika pasar kerja yang aktif dan kebutuhan akses transportasi yang efisien.
Sementara itu dari sisi ekonomi, Kabupaten Tangerang merupakan salah satu mesin aktivitas kawasan metropolitan.
Baca juga: Bubur Ayam Enak di Bandung, dari Legendaris hingga Favorit Warga
Struktur ekonomi daerah menunjukkan basis kegiatan yang erat dengan mobilitas komuter.
Pihak KAI memaparkan, industri Pengolahan menjadi kontributor terbesar perekonomian (33,74 persen), disusul Konstruksi (16,36 persen) dan Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor (11,35 persen) pada 2024.
Sejalan dengan itu, produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita Kabupaten Tangerang pada 2024 tercatat Rp 54,73 juta.
Angka ini menandakan skala aktivitas ekonomi yang besar, serta kebutuhan konektivitas yang andal untuk menopang produktivitas harian.
Kondisi tersebut tercermin pada tren peningkatan jumlah pengguna Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung dalam jangka panjang.
Pada 2018, jumlah pengguna Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung tercatat sebesar 54,17 juta orang. Jumlah ini meningkat menjadi 55,63 juta orang pada 2019.