Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bunga Bangkai Raksasa Bakal Mekar di Kebun Raya Bogor Setelah 6 Tahun, Ini Cara Lihatnya

Kompas.com, 28 Januari 2026, 16:21 WIB
Krisda Tiofani,
Ayunda Pininta Kasih

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bunga bangkai raksasa Amorphophallus titanum bakal mekar di Kebun Raya Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, setelah enam tahun lamanya.

Menurut pantauan terbaru, bunga bangkai raksasa di Kebun Raya Bogor memasuki fase awal menuju mekar di area koleksi bunga bangkai, tepatnya di tebingan Mata Air Kahuripan pada Minggu (25/1/2026).

“Pada tahap awal pengamatan fase generatif, Amorphophallus titanum tercatat memiliki tinggi
sementara 85 cm dengan lebar keliling kuncup 40 cm," kata Horticulture Senior Manager, Yudhistira dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Selasa (27/1/2026).

Baca juga: 7 Tempat Wisata di Bogor: Piknik di Kebun Raya, Trekking Curug hingga Camping

Bunga bangkai raksasa ini diperkirakan mekar sempurna sekitar tiga hingga lima hari ke depan, terhitung sejak 25 Januari 2026.

Peristiwa langka ini menjadi sorotan para peneliti, pecinta flora, serta masyarakat
luas, mengingat siklus mekar titan arum yang tidak teratur dan hanya terjadi setelah tanaman
mengumpulkan energi selama bertahun-tahun.

Mulanya, bunga bangkai raksasa resmi menjadi koleksi Kebun Raya Bogor yang ditanam pada 11 September 1992, dengan bibit asal Sumatera, Jambi.

Baca juga: Mengapa Turis Arab Senang Liburan ke Puncak Bogor?

Proses pemantauan terus dilakukan oleh tim hortikultura Kebun Raya Bogor. Sebagai salah satu bunga majemuk terbesar di dunia, setiap fase pertumbuhan Amorphophallus titanum selalu menyimpan cerita menarik.

Mulai dari kemunculan kuncup, pertumbuhan harian yang pesat hingga momen mekar yang hanya berlangsung singkat dan sangat dinantikan.

Baca juga: Bunga Bangkai Raksasa Mekar di Kebun Raya Purwodadi, Diberi Nama Jarot

Bunga bangkai di kebun raya 

 Bunga bangkai raksasa Amorphophallus titanum bakal mekar di Kebun Raya Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, setelah enam tahun.

Menurut pantauan terbaru, bunga bangkai raksasa di Kebun Raya Bogor memasuki fase awal menuju mekar di area koleksi bunga bangkai, tepatnya di tebingan Mata Air Kahuripan pada Minggu (25/1/2026).DOK. Kebun Raya Bogor Bunga bangkai raksasa Amorphophallus titanum bakal mekar di Kebun Raya Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, setelah enam tahun. Menurut pantauan terbaru, bunga bangkai raksasa di Kebun Raya Bogor memasuki fase awal menuju mekar di area koleksi bunga bangkai, tepatnya di tebingan Mata Air Kahuripan pada Minggu (25/1/2026).

Memiliki julukan “bunga bangkai raksasa” karena aromanya yang khas, titan arum menjadi simbol keunikan dunia tumbuhan Indonesia.

Di habitat aslinya hutan tropis Sumatera tanaman ini semakin rentan akibat degradasi hutan, sehingga keberadaan koleksi di kebun raya memiliki nilai konservasi yang sangat penting.

Koleksi Amorphophallus titanum di Kebun Raya Bogor telah menjadi bagian penting dari upaya konservasi flora langka Indonesia.

Baca juga: Arti Ukiran Motif Bunga di Rumah Tradisional Malaysia, Bukan Sekedar Hiasan

General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, Zaenal Arifin mengatakan bahwa setiap kali Amorphophallus titanum mekar, menjadi momen yang sangat berarti dalam dunia botani.

Bukan karena dianggap sebagai peristiwa unik, melainkan sebagai pengingat pentingnya konservasi flora Nusantara.

“Kebun Raya Bogor menjadi rumah konservasi bagi Amorphophallus terbesar di dunia, yaitu Amorphophallus titanum. Mekarnya bunga ini menandakan suksesnya fungsi konservasi pada Kebun Raya Bogor yang diemban oleh kami selaku mitra pengelola Kebun Raya,” kata Zaenal.

Baca juga: 6 Tempat yang Bisa Dikunjungi untuk Lihat Bunga Rafflesia yang Mekar

Halaman:


Terkini Lainnya
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Travel Ideas
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Travel News
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Travel News
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Travel Ideas
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Travel Ideas
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Travel News
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
Travel News
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Travel News
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Travel News
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Travel News
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Travel News
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Travelpedia
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Travel News
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Travel News
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau