KOMPAS.com - Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNESCO menyatakan keprihatinan mendalam atas kerusakan yang terjadi pada sejumlah situs warisan dunia di Iran akibat konflik yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Dilansir dari TRT World, Rabu (11/3/2026), UNESCO menyebut beberapa situs budaya penting di Iran mengalami kerusakan sejak pecahnya perang yang melibatkan Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.
Baca juga: Menuju Revalidasi UNESCO 2026, Kemenpar Perkuat Tata Kelola Geopark Indonesia
Salah satu situs yang terdampak adalah Golestan Palace di Teheran.
Istana bersejarah tersebut kerap dibandingkan dengan Palace of Versailles karena kemegahan arsitekturnya.
Direktur Pusat Warisan Dunia UNESCO, Lazare Eloundou Assomo, mengatakan pihaknya sangat khawatir terhadap dampak konflik terhadap situs-situs budaya di kawasan tersebut.
Ia menyebut bahwa sejauh ini ada empat dari 29 situs warisan dunia di Iran dilaporkan mengalami kerusakan sejak konflik dimulai.
Baca juga: Libur Lebaran 2026, Ada Promo Ancol Beli 4 Tiket Gratis 1
Menurut Assomo, citra yang diterima menunjukkan adanya kerusakan pada bagian interior Istana Golestan. Foto-foto memperlihatkan pecahan kaca, serpihan kayu, serta bagian bangunan yang hancur akibat serangan.
Baca juga: Ribuan Warga Serbu Pangan Murah di Bandung, Beras dan Minyak Ludes
Selain itu, sejumlah bangunan bersejarah di kota Isfahan juga dilaporkan terdampak konflik.
Kota ini dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan penting di kawasan Asia Tengah dan pernah menjadi jalur utama perdagangan di Jalur Sutra.
Di kota tersebut terdapat Jameh Mosque of Isfahan, masjid yang berusia lebih dari 1.000 tahun dan mencerminkan perkembangan arsitektur Islam selama lebih dari 12 abad.
Baca juga: Ada Dua Gelombang Puncak Arus Mudik 2026, Catat Tanggalnya
UNESCO juga menyebut beberapa bangunan di sekitar zona penyangga situs prasejarah di Khorramabad Valley mengalami kerusakan.
Dalam pernyataannya, UNESCO mendesak semua pihak yang terlibat konflik untuk melindungi situs budaya dan warisan dunia.
Menurut Assomo, lembaganya bahkan telah membagikan koordinat lokasi situs budaya penting kepada semua pihak yang terlibat agar tempat-tempat tersebut tidak menjadi sasaran serangan.
“Kami menyerukan perlindungan terhadap semua situs yang memiliki nilai budaya dan sejarah,” kata Assomo.
Ia menegaskan bahwa situs-situs tersebut bukan hanya milik satu negara, tetapi juga bagian dari sejarah peradaban berbagai bangsa di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: Konflik AS-Israel dan Iran, Menpar Sebut Kondisi Wisata Bali Tetap Stabil
Kekhawatiran UNESCO muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut.
Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, bahkan sempat memperingatkan bahwa AS dapat menyerang target di Iran yang dapat membuat negara itu “hampir mustahil untuk dibangun kembali sebagai sebuah bangsa”.
UNESCO menyatakan akan terus memantau kondisi situs warisan dunia di kawasan tersebut sambil mendorong semua pihak agar menghindari kerusakan lebih lanjut terhadap warisan budaya global.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang