Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Empat Situs Warisan Iran Rusak Akibat Perang, UNESCO Khawatir

Kompas.com, 13 Maret 2026, 19:00 WIB
Devi Ramadhany,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

Sumber TRT World

KOMPAS.com - Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNESCO menyatakan keprihatinan mendalam atas kerusakan yang terjadi pada sejumlah situs warisan dunia di Iran akibat konflik yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Dilansir dari TRT World, Rabu (11/3/2026), UNESCO menyebut beberapa situs budaya penting di Iran mengalami kerusakan sejak pecahnya perang yang melibatkan Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.

Baca juga: Menuju Revalidasi UNESCO 2026, Kemenpar Perkuat Tata Kelola Geopark Indonesia

Salah satu situs yang terdampak adalah Golestan Palace di Teheran.

Istana bersejarah tersebut kerap dibandingkan dengan Palace of Versailles karena kemegahan arsitekturnya.

Direktur Pusat Warisan Dunia UNESCO, Lazare Eloundou Assomo, mengatakan pihaknya sangat khawatir terhadap dampak konflik terhadap situs-situs budaya di kawasan tersebut.

Ia menyebut bahwa sejauh ini ada empat dari 29 situs warisan dunia di Iran dilaporkan mengalami kerusakan sejak konflik dimulai.

Baca juga: Libur Lebaran 2026, Ada Promo Ancol Beli 4 Tiket Gratis 1 

Menurut Assomo, citra yang diterima menunjukkan adanya kerusakan pada bagian interior Istana Golestan. Foto-foto memperlihatkan pecahan kaca, serpihan kayu, serta bagian bangunan yang hancur akibat serangan.

Baca juga: Ribuan Warga Serbu Pangan Murah di Bandung, Beras dan Minyak Ludes

Selain itu, sejumlah bangunan bersejarah di kota Isfahan juga dilaporkan terdampak konflik.

Kota ini dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan penting di kawasan Asia Tengah dan pernah menjadi jalur utama perdagangan di Jalur Sutra.

Di kota tersebut terdapat Jameh Mosque of Isfahan, masjid yang berusia lebih dari 1.000 tahun dan mencerminkan perkembangan arsitektur Islam selama lebih dari 12 abad.

Baca juga: Ada Dua Gelombang Puncak Arus Mudik 2026, Catat Tanggalnya

UNESCO juga menyebut beberapa bangunan di sekitar zona penyangga situs prasejarah di Khorramabad Valley mengalami kerusakan.

Dalam pernyataannya, UNESCO mendesak semua pihak yang terlibat konflik untuk melindungi situs budaya dan warisan dunia.

Menurut Assomo, lembaganya bahkan telah membagikan koordinat lokasi situs budaya penting kepada semua pihak yang terlibat agar tempat-tempat tersebut tidak menjadi sasaran serangan.

“Kami menyerukan perlindungan terhadap semua situs yang memiliki nilai budaya dan sejarah,” kata Assomo.

Ia menegaskan bahwa situs-situs tersebut bukan hanya milik satu negara, tetapi juga bagian dari sejarah peradaban berbagai bangsa di kawasan Timur Tengah.

Baca juga: Konflik AS-Israel dan Iran, Menpar Sebut Kondisi Wisata Bali Tetap Stabil

Kekhawatiran UNESCO muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, bahkan sempat memperingatkan bahwa AS dapat menyerang target di Iran yang dapat membuat negara itu “hampir mustahil untuk dibangun kembali sebagai sebuah bangsa”.

UNESCO menyatakan akan terus memantau kondisi situs warisan dunia di kawasan tersebut sambil mendorong semua pihak agar menghindari kerusakan lebih lanjut terhadap warisan budaya global.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Travel Ideas
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Travel News
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Travel News
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Travel Ideas
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Travel Ideas
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Travel News
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
Travel News
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Travel News
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Travel News
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Travel News
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Travel News
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Travelpedia
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Travel News
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Travel News
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau