
Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
Malaysia tahu benar caranya memanjakan para pencinta buku. Salah satunya dengan mempunyai toko buku yang unik dan menarik, namanya BookXcess.
Toko ini punya jaringannya cukup besar dan ada di mana-mana. Kalau di Indonesia ya semacam Gramedia (kalau dilihat dari skala jaringan).
BookXcess tersebar di beberapa titik kota di Malaysia. Menariknya, meski masih satu jaringan, masing-masing toko punya konsep yang unik.
Bukan sekadar keburuntungan saya bisa mengunjungi salah 2 di antaranya. Semua sudah tertuang dalam rencana perjalanan yang saya susun.
Baca juga:
Yang pertama BookXcess Sunway JB di Johor Baru dan yang kedua BookXcess RexKL di Kuala Lumpur. Jarak keduanya lumayan jauh, ya seperti Semarang - Pekalonganlah kira-kira. Saya menempuhnya dengan kereta api.
Kabar soal toko buku unik di Malaysia sudah terendus jauh sebelum saya melakukan perjalanan ke sana. Ada beberapa publik figur juga yang sudah memamerkannya di sosial media seperti contohnya Natasha Rizky dan J.S. Khairen.
Sejak saat itu, nama BookXcess dan Malaysia tak pernah luntur dari ingatan. Rasanya kalau tidak didatangi, akan terus membuat penasaran.
Saya bilang tercantik karena memang satu-satunya BookXcess yang ada di sana. Jaraknya bisa dibilang cukup jauh dari JB Sentral dan hotel tempat saya menginap.
Sayangnya Johor Bahru bukan Kuala Lumpur yang punya banyak akses transportasi. Di Johor Bahru, transportasi lokal kalau bukan Grab Car, taksi, ya bus.
Rupanya di Malaysia tidak ada Grab Ride, adanya Grab Car. Ya daripada naik bus yang membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam perjalanan, saya lebih memilih naik Grab Car yang hanya butuh waktu sekitar 30 menitan.
Baca juga:
Saya bersikukuh tetap mendatanginya meski dalam kondisi hujan dan puasa. Rasanya cukup letih, apalagi saya sudah berhari-hari melakukan perjalanan. Tapi rasa penasaran lebih dulu hadir. Apalagi kalau melihat foto-foto yang tersebar di sosial media. Rasanya harga taksi berapapun tak akan percuma.
Sunway Big Box terlihat seperti mal-mal pada umumnya. Tak sulit menemukan BookXcess. Banyak petunjuk mengarahkan kami. Setelah berjalan beberapa menit, dan yah... akhirnya kami sampai.
Toko buku BookXcess di Johor Bahru (dokpri/irerosana)Unik memang. Ada box besar dengan warna cokelat menyala di dalam sebuah toko buku, persis seperti yang saya lihat di gambar-gambar. Box kotak itu seolah menyihir siapa saja yang datang, tak terkecuali saya.
Benar kan kata saya? Baru kali ini saya lihat toko buku seunik ini. Bentuk kotaknya saja sudah menarik perhatian masih ditambah nyala lampu.
Box raksasa itu seolah-olah bersinar. Sebagai pencinta kotak (ya dibanding bulat-bulat), saya menyukainya. Saya tidak bisa berhenti memandangnya dan berharap bisa lebih lama lagi di sana.
Baca juga: Mampir ke Post, Toko Buku Mini yang Hangat dan Nyaman di Pasar Santa
Sebelum ke sini saya pikir Jalma itu sudah luar biasa estetik, tapi ternyata ada yang lebih unik. Dinding-dindingnya terdiri dari rak buku dengan susunan sampul menghadap ke depan.
Luasnya sendiri saya kurang tahu tapi kalau tingginya sekitar 7.5 meter. Kita bisa masuk ke dalam box tersebut dan di dalamnya juga ada buku-buku yang tersusun di dalam rak-rak.
Kondisi di dalam box (dokpri/irerosana)Buku-buku di sini lintas genre dan kebanyakan berasal dari luar negeri. Memang ada juga buku lokal tapi sepertinya lebih banyak buku luar. Saya mencoba mencari buku-buku dari Indonesia atau penulis Indo yang sudah diterjemahkan, tapi nihil.
Buku-buku populer luar negeri banyak nangkring di sana, contohlah Agatha Christie, Ernest Hemingway, Dan Brown, Anne Frank dan semacamnya. Ada juga buku-buku biografi tokoh, artis, hingga band legend sekelas The beatles dan Gun N' Roses.
Sama halnya dengan Buku Akik Jogja, toko ini juga menjual buku dengan konsep blind date with a book. Pembeli hanya diberi modal keterangan di bagian sampul. Maksud dari konsep ini adalah, menyarankan agar kita tidak melihat buku hanya dari covernya.
Blind Date with A Book di BookXcess JB (dokpri/irerosana)Promo yang ditawarkan toko ini cukup menarik yaitu, beli 4 dapat 5 buku. Yang paling saya suka, tempat ini punya banyak kursi dan bahkan working space.
Ada sebuah grand piano di salah satu sudut. Seorang anak tengah memainkannya. Nada yang ia mainkan terdengar familiar. Vibes ruangan seketika berubah.
Suasana di toko ini cukup sunyi seperti halnya Johor Bahru yang tidak begitu padat penduduk. Saya bisa dengan leluasa foto-foto maupun ambil video. Tak seorang pun peduli.
Kalau soal unik, toko ini tak kalah dibanding BookXcess yang di Johor Bahru. Jika yang sebelumnya terkesan unik nan elegan, yang di RexKL lebih terkesan unik dan liar.
Lokasinya ada di gedung RexKL, sebuah gedung lawas bekas bioskop yang disulap menjadi ruang kreatif komunitas. Ya kalau di Jakarta mungkin semacam Pos Bloc atau M Bloc gitu kali ya. Bisa ditebak, semua hal di sana tak jauh dari kata kreatif.
Begitu pula BookXcess yang ada di sana, keunikannya berbeda. Orang bisa berfoto yang seolah nangkring di atas rak-rak tinggi. Lebih tepatnya bukan seolah sih, tapi memang benar- benar nangkring di rak.
BookXcess RexKL Kuala Lumpur (dokpri/irerosana)Hm, bagaimana menceritakannya, ya? Penataannya cukup rumit. Banyak alur, jalan berliku-liku, tapi semua penuh dengan rak buku. Dibanding toko buku, menurut saya tempat ini lebih cocok disebut sebuah karya seni.
Meski desainnya berbeda-beda tapi ada satu kesamaan dari BookXcess yaitu cara penataan bukunya model face out display. Gaya penataan ini sepertinya tengah digandrungi toko-toko buku yang tak sekadar menjual buku tapi juga experience.
Berfoto di antara rak-rak buku BookXcess RexKL (dokpri/irerosana)Untuk koleksi buku-buku yang dijual sepertinya sama saja, hanya saja di RexKL jumlah asesoris yang dijual lebih bervariasi dan ada juga postcard yang unik dan lucu-lucu. Saya sempat membeli beberapa untuk kenang-kenangan.
Soal kenyamanan ruangan, ia kalah telak. Ruangan mereka cukup panas, tak bisa dibandingkan dengan BookXces Johor Bahru yang super dingin karena terletak di dalam mall.
Suasana di BookXcess RexKL (dokpri/irerosana)Jumlah pengunjungnya juga jauh lebih banyak. Bahkan saya harus mengantri lama hanya untuk berfoto di spot buku viral mereka. Ternyata tidak semudah yang terlihat di gambar. Selain mengantri kita juga harus punya kawan yang standby di titik tertentu untuk membidik gambar kita.
Kalau soal menjual pengalaman, sepertinya mereka sudah khatam. Sama halnya dengan toko-toko buku viral di Indonesia, mereka menghadirkan nuansa toko buku baru yang membuat pengunjungnya betah beralama-lama (kecuali soal panas ya). Bedanya adalah, desain-desain mereka lebih unik, lebih niat, dan lebih estetik.
Ya, sepertinya sudah masanya toko buku pun berubah instagramable dan siap membidik kantong-kantong kalian!
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Melipat Jarak demi Toko Buku Paling Estetik di Malaysia"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang