Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peserta SMK Go Global Diajarkan Literasi Keuangan Sebelum Kerja ke Luar Negeri

Kompas.com, 29 November 2025, 11:45 WIB
Melvina Tionardus,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

 

KOMPAS.com - Peserta beasiswa SMK Go Global akan mendapat pengajaran literasi keuangan sebelum berangkat ke luar negeri untuk bekerja.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin mengatakan pemberian ilmu mengelola keuangan ini merupakan upaya pemberdayaan para peserta untuk di masa depan.

"Jadi pekerja migran itu sebelum berangkat kita kasih tentang literasi keuangan. Bagaimana bijak menggunakan keuangan," kata Mukhtarudin, ditemui di Kementerian PM, Jakarta Pusat.

"Karena kebanyakan masih 70 persen, 80 persen menggunakan (uang) konsumtif. Bagaimana agar produktif. Sehingga pulang ke Indonesia mereka ada modal. Bisa membentuk usaha mikro," ucap Mukhtarudin melanjutkan.

Baca juga: Ini Negara Tujuan Kerja SMK Go Global, Biaya Keberangkatan-Akomodasi Apakah Gratis?

Pelaksanaan kerja di negara tujuan yang telah bekerja sama dengan Indonesia dalam program SMK GO Global ini menggunakan sistem kontrak misalnya satu tahun atau dua tahun dan bisa diperpanjang.

Bagi mereka yang tidak diperpanjang tentu akan pulang ke Indonesia.

Lebih lanjut, Kementerian P2MI mengatakan telah ada kesepakatan kerja sama dengan Kementerian UMKM.

Ilustrasi bekerja.Dok. Freepik/Freepik Ilustrasi bekerja.

Akan dibina oleh Kementerian UMKM

Bagi pekerja migran atau mantan pekerja migran yang mau membuka usaha di sektor swasta maka akan dibina oleh Kementerian UMKM.

Sementara bagi pekerja migran yang usaha mikronya berorientasi pada ekspor akan dibina oleh Kementerian Perdagangan.

Baca juga: Daftar Pelatihan Bahasa Asing untuk Peserta Program SMK Go Global

SMK Go Global merupakan program beasiswa yang digagas Kemenko PM bersama Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) untuk menyiapkan WNI khususnya para lulusan SMK agar bisa berkarier di luar negeri.

Pertengahan Desember 2025 ada 500 peserta yang akan diberangkatkan ke Slovakia, Turki, dan Jepang.

Baca juga: UT Buka Akses Kuliah bagi 2,5 Juta Lulusan SMA-SMK yang Terkendala Biaya

Tahun depan ditargetkan ada 500.000 pekerja migran yang bekerja di negara-negara yang bekerja sama dengan Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau