KOMPAS.com - Peserta beasiswa SMK Go Global akan mendapat pengajaran literasi keuangan sebelum berangkat ke luar negeri untuk bekerja.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin mengatakan pemberian ilmu mengelola keuangan ini merupakan upaya pemberdayaan para peserta untuk di masa depan.
"Jadi pekerja migran itu sebelum berangkat kita kasih tentang literasi keuangan. Bagaimana bijak menggunakan keuangan," kata Mukhtarudin, ditemui di Kementerian PM, Jakarta Pusat.
"Karena kebanyakan masih 70 persen, 80 persen menggunakan (uang) konsumtif. Bagaimana agar produktif. Sehingga pulang ke Indonesia mereka ada modal. Bisa membentuk usaha mikro," ucap Mukhtarudin melanjutkan.
Baca juga: Ini Negara Tujuan Kerja SMK Go Global, Biaya Keberangkatan-Akomodasi Apakah Gratis?
Pelaksanaan kerja di negara tujuan yang telah bekerja sama dengan Indonesia dalam program SMK GO Global ini menggunakan sistem kontrak misalnya satu tahun atau dua tahun dan bisa diperpanjang.
Bagi mereka yang tidak diperpanjang tentu akan pulang ke Indonesia.
Lebih lanjut, Kementerian P2MI mengatakan telah ada kesepakatan kerja sama dengan Kementerian UMKM.
Ilustrasi bekerja.Bagi pekerja migran atau mantan pekerja migran yang mau membuka usaha di sektor swasta maka akan dibina oleh Kementerian UMKM.
Sementara bagi pekerja migran yang usaha mikronya berorientasi pada ekspor akan dibina oleh Kementerian Perdagangan.
Baca juga: Daftar Pelatihan Bahasa Asing untuk Peserta Program SMK Go Global
SMK Go Global merupakan program beasiswa yang digagas Kemenko PM bersama Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) untuk menyiapkan WNI khususnya para lulusan SMK agar bisa berkarier di luar negeri.
Pertengahan Desember 2025 ada 500 peserta yang akan diberangkatkan ke Slovakia, Turki, dan Jepang.
Baca juga: UT Buka Akses Kuliah bagi 2,5 Juta Lulusan SMA-SMK yang Terkendala Biaya
Tahun depan ditargetkan ada 500.000 pekerja migran yang bekerja di negara-negara yang bekerja sama dengan Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangArtikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya