Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Singapura Negara dengan Pendidikan Terbaik di ASEAN, Indonesia Ranking Berapa?

Kompas.com, 17 Desember 2025, 10:00 WIB
Davina Keisha Salsabila,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Singapura kembali menegaskan dominasinya sebagai sistem pendidikan terkuat di kawasan Asia Tenggara dan dunia.

Berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022, Singapura menempati peringkat pertama yang unggul pada sains, matematika dan literasi.

Standar global ini digagas Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) untuk mengukur kemampuan pelajar usia 15 tahun dalam membaca, matematika, dan sains.

Singapura menempati posisi teratas di antara lebih dari 80 negara yang berpartisipasi, menunjukkan keunggulan konsisten dalam ketiga bidang tersebut.

Hasil PISA menjadi acuan banyak negara dalam mengevaluasi dan merumuskan kebijakan pendidikan karena tidak hanya mengukur pengetahuan semata, tetapi juga kemampuan siswa menerapkan pembelajaran dalam konteks dunia nyata.

Baca juga: ASEAN Undergraduate Scholarship: Peluang Kuliah Gratis di Kampus Top Singapura

Di era globalisasi dan ekonomi berbasis pengetahuan seperti sekarang, kapasitas ini dinilai krusial untuk mencetak generasi yang adaptif, kreatif, dan kompetitif di pasar kerja internasional.

Di tengah pencapaian ini, Indonesia masih menghadapi tantangan signifikan dalam kualitas pendidikan dasar dan menengah, terutama apabila dibandingkan dengan negara-negara tetangga di ASEAN.

Hasil PISA 2022 menunjukkan adanya kesenjangan antara capaian Indonesia dan Singapura, yang menjadi pemicu diskusi intensif di level nasional tentang arah pembaruan kebijakan pendidikan.

Baca juga: Beasiswa S1 dan S2 di NTU Singapura, Dapat Tunjangan Rp 74 juta

Singapura Unggul di PISA - Juara Dunia dan ASEAN

Dilansir dari laman Ministry of Education (MOE) Singapura, Rabu (17/12/2025), siswa 15 tahun di Singapura menunjukkan prestasi luar biasa dalam tes PISA 2022, yang mencakup kemampuan membaca, matematika, dan sains.

Singapura menempati peringkat pertama di seluruh dunia, termasuk dominasi proporsi pelajar berperforma terbaik di setiap domain.

Lebih rinci, siswa Singapura memiliki skor rata-rata tertinggi di antara puluhan negara peserta, serta proporsi tertinggi pelajar yang mencapai level 5 dan 6, kategori tertinggi pada uji kemampuan PISA, dalam ketiga bidang utama tersebut.

Hal ini menunjukkan tidak sekadar konsistensi, tetapi kedalaman pemahaman yang dimiliki pelajar Singapura dalam menghadapi tantangan kompleks dan situasi nyata.

Keberhasilan ini dipandang sebagai buah dari keterpaduan kebijakan pendidikan nasional Singapura yang menekankan disiplin belajar, dukungan teknologi, pelatihan guru berkualitas, dan pengintegrasian pembelajaran berpikir tingkat tinggi (higher-order thinking skills) ke dalam kurikulum sekolah.

Baca juga: Mulai 2026, Singapura Larang Siswa Gunakan Smartphone dan Smartwatch di Sekolah

Perbandingan dengan Indonesia di PISA

Berbeda dengan prestasi Singapura, hasil PISA 2022 menunjukkan bahwa Indonesia masih berada di posisi yang lebih rendah secara global dan regional.

Skor rata-rata siswa Indonesia dalam PISA 2022 masih berada di bawah skor rata-rata OECD, khususnya dalam literasi membaca, matematika, dan sains.

Meski jajaran peringkat global Indonesia mengalami sedikit peningkatan dibanding siklus sebelumnya, secara absolut skor masih menunjukkan kebutuhan perbaikan kualitas secara menyeluruh.

Berdasarkan laporan KOMPAS.com, persentase siswa yang belum mencapai tingkat dasar keterampilan di beberapa bidang menunjukkan masih banyaknya tantangan yang harus dihadapi dalam pendidikan dasar hingga menengah di Indonesia.

Data lain juga menunjukkan bahwa dalam uji sains menurut PISA 2022, siswa Indonesia berada di peringkat ke-6 di ASEAN dari delapan negara yang ikut tes tersebut, dengan skor jauh di bawah Singapura yang memimpin.

Baca juga: Syarat Masuk Sekolah Kedinasan STMKG, Kini Berkacamata dan Tinggi 150cm Bisa

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau