Selain itu, di cerdas cermat selanjutnya, pihak Jagat Nusantara berencana membuka partisipasi dari siswa SMA dan mahasiswa perguruan tinggi.
“Ini adalah program perdana kami dan mencoba membuka untuk siswa SD dan SMP. Next-nya, kita pengin menyasar yang lebih tinggi lagi, bisa SMA SMK dan perguruan tinggi,” terang Fardhan.
Ketika ditanya soal target usai program ini sukses terselenggara, Fardhan mengungkapkan bahwa tujuan utamanya adalah mencetak generasi mendatang yang punya kecerdasan ekologi. Sehingga, sebagai calon penerus pemangku kepentingan, kebijakan yang lahir dari pejabat yang melek ekologi menjadi lebih tepat guna.
“Adik-adik di sini akan menjadi pembuat kebijakan. Dengan kita meng-ignite mereka dari sekarang, kesadaran dan kecerdasan ekologinya meningkat, suatu hari mereka bisa membuat kebijakan yang lebih baik dari sebelumnya,” terang Fardhan.
Pihaknya juga berencana membuka Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara periode kedua pada tahun ini dengan tema khusus yang berhubungan langsung dengan kondisi ekologi Indonesia saat ini.
“Insya Allah tahun ini, mungkin di Q3 /Q4 kita akan membuat lagi yang kedua dengan tema yang relate dengan apa yang sedang kita alami di Indonesia,” jelas Fardhan.
Sementara itu, Kepala Seksi SMK Dinas Pendidikan DKI Jakarta Wanito Handoyo sangat mengapresiasi terselenggaranya acara ini. Ia mengungkapkan, hadirnya program cerdas cermat ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain.
Baca juga: Kemendikdasmen Sebut Soal TKA SD-SMP Sudah Dianalisis, Siswa Tak Akan Kurang Waktu
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang