Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

617.225 Pendaftar SNBP 2026 Tidak Lolos Hari Ini

Kompas.com, 31 Maret 2026, 15:51 WIB
Sandra Desi Caesaria,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bakal ada sekitar 600 ribuan siswa gagal lolos di jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi.

Jumlah pendaftar SNBP 2026 kini meningkat tajam. Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Prof Dr Ir Eduart Wolok, memaparkan data akhir Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.

Ia menyebut ada sebanyak 806.242 orang yang mendaftar pada jalur ini. Pengumuman SNBP 2026 baru bisa diakses pada pukul 15.00 WIB melalui link yang tersedia. 

"Sekolah yang finalisasi mengalami peningkatan yang cukup signifikan di tahun 2026. 2024 itu 20.696, 2025 naik kurang lebih 1.000. Tetapi ke 2026 itu naik hampir 5.000 sekolah. Yang pasti ini berdampak pada siswa yang eligible itu meningkat hampir 90.000 dari tahun 2024," katanya dalam Konferensi Pers Pengumuman SNBP dan KIP-K SNBP 2026 yang disiarkan YouTube SNPMB ID, Selasa (31/3/2026).

Baca juga: 42 Link Pengumuman SNBP 2026, Sekarang Sudah Bisa Diakses

Dengan daya tampung total 189.017 kursi disemua PTN (perguruan tinggi negeri), maka ada 617.225 siswa tidak lolos jalur ini.

Pengumuman SNBP 2026.snpmb.id Pengumuman SNBP 2026.

Statistik Pendaftar SNBP 2026

Jumlah pendaftar mencapai 800an ribu itu telah tersortir dari siswa eligible se-Indonesia sebanyak 987.248 orang.

Jumlah pendaftar tersebut tersebar di berbagai jenis PTN, mulai PTN akademik, vokasi, PTKIN. Ini daftarnya:

  • Pendaftar PTN akademik: 774.263 orang
  • Pendaftar PTN vokasi: 77.256 orang
  • Sisanya pendaftar PTKIN

Kemudian berdasarkan asal jenjang pendidikan menengah, pendaftar peserta SNBP 2026 adalah lulusan:

  • SMA: 509.858 pendaftar
  • SMK: 190.498 pendaftar
  • MA: 104.786 pendaftar
  • Satuan pendidikan kerja sama: 716 pendaftar
  • Lainnya: 384 pendaftar


Baca juga: 20 Jurusan Terketat SNBP 2026, Pertambangan ITB Kini Nomor 1

Daya tampung PTN di SNBP 2026

Sementara itu, daya tampung total untuk mahasiswa baru lewat jalur SNBP 2026 adalah sebanyak 189.017 orang. Jumlah tersebut tersebar untuk jenis-jenis PTN berikut:

  • PTN akademik: 151.079 kursi
  • PTN vokasi: 26.929 kursi
  • PTKIN: 11.009 kursi

Kalau  dihitung per jenjang, berikut daya tampung untuk SNBP 2026:

  • D3: 15.758 kursi
  • D4: 24.061 kursi
  • S1: 149.198 kursi

Baca juga: Bukan ITB, Daftar PTN Akademik dan Vokasi dengan Peminat Terbanyak SNBP 2026

Demikian informasi mengenai pengumuman SNBP 2026 hari ini. Siswa yang belum lolos jalur SNBP 2026, jangan berkecil hati karena kamu masih bisa mendaftar jalur UTBK SNBT 2026 (Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes) maupun jalur mandiri perguruan tinggi negeri atau swasta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau