Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Ezra, Alumnus UGM yang Ikut Ekspedisi Ilmiah ke Antartika, Teliti DNA Sedimen Purba

Kompas.com, 1 April 2026, 09:06 WIB
Mahar Prastiwi

Penulis

KOMPAS.com - Bisa mengikuti perjalanan riset hingga ke wilayah Antartika menjadi hal yang sebelumnya tidak terbayangkan bagi Ezra Timothy Nugroho.

Tapi nyatanya alumnus Program Studi Biologi UGM (Universitas Gadjah Mada) ini berhasil mengikuti ekspedisi ilmiah selama 57 hari di Antartika yang berlangsung sejak tanggal 2 Januari hingga 27 Februari 2026 lalu.

Hal ini tentu menjadi pengalaman langka bagi peneliti Indonesia termasuk Ezra yang masih berusia 25 tahun ini.

Ambil sampel di Antartika

Keterlibatannya bermula saat menempuh studi magister di Institute for Marine and Antarctic Studies, University of Tasmania, Australia.

Ia bercerita bahwa kesempatan mengikuti ekspedisi datang dari pembimbingnya yang mengajaknya kembali mengambil sampel di wilayah Antartika Timur, tepatnya di Cook Region.

Pengambilan sampel ini dilakukan untuk melanjutkan penelitian tesis sekaligus menjadi dasar untuk studi doktoral (S3).

Dalam penelitiannya, ia mengkaji sedimentary ancient DNA, yakni DNA yang diperoleh dari sedimen bawah laut, dengan fokus wilayah meliputi Southern Ocean dan Antartika.

Ekspedisi yang diikutinya merupakan bagian dari pelayaran riset internasional yang meneliti ekosistem dan sedimen laut di kawasan Antartika Timur.

Ia mengungkapkan bahwa kegiatan yang ia ikuti ini bertujuan untuk memahami dinamika lingkungan laut serta perubahan iklim di wilayah kutub yang relatif minim intervensi manusia.

“Tesis research saya itu tentang sedimentary ancient DNA, jadi berfokus pada DNA yang didapatkan dari sedimen bawah laut. Fokusnya ke Southern Ocean sama Antartika,” papar Ezra dikutip dari laman resmi UGM, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Ribuan PPPK Terancam Dirumahkan, Pakar UGM Beri Alternatif Solusinya

Alumnus UGM Ezra Timothy Nugroho berhasil ikut penelitian ke Antartika untuk melakukan riset mengenai DNA Sedimen PurbaTangkap layar laman UGM Alumnus UGM Ezra Timothy Nugroho berhasil ikut penelitian ke Antartika untuk melakukan riset mengenai DNA Sedimen Purba

Beradaptasi dengan berbagai kondisi ekstrem. ombak tinggi hingga suhu dingin

Selama berada di Antartika, ia harus beradaptasi dengan berbagai kondisi ekstrem. Dengan durasi ekspedisi sekitar 57 hari, ia menjalani kehidupan di kapal penelitian dengan tantangan ombak tinggi di Laut Selatan.

Serta suhu dingin yang mencapai minus tiga derajat Celcius. Hal inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi peneliti yang berasal dari negara tropis.

“Sebagai orang Indonesia yang tidak pernah terkena udara dingin, itu menjadi tantangan tersendiri bagi saya,” ujarnya.

Tidak hanya beradaptasi dengan kondisi cuaca, ia menyebut bahwa adaptasi terhadap kehidupan di kapal dalam jangka waktu hampir dua bulan tersebut juga menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Keterbatasan ruang, aktivitas yang terjadwal, serta senantiasa menjaga kondisi fisik supaya tetap prima selama penelitian menjadi bagian dari tantangan yang dihadapi selama ekspedisi berlangsung.

Baca juga: Rupiah Melemah, Dosen UGM Soroti Kemungkinan Ada Kenaikan Harga Pangan

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau