Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Alasan Tidak Boleh Menggunakan Wadah Plastik ke dalam Microwave

Kompas.com, 5 September 2024, 16:04 WIB
Laras Sekar Ardila,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

KOMPAS.Com – Microwave adalah salah satu alat rumah tangga yang sangat bermanfaat. Kamu dapat menghemat waktu memasak atau memanaskan masakan menjadi lebih cepat.

Saat ini masih banyak masyarakat yang menggunakan wadah plastik sebagai tempat untuk memanaskan masakan di microwave, namun ternyata memakai wadah plastik kedalam microwave itu berbahaya bagi tubuh.

Dilansir dari foodandwine.com pada, Rabu (04/09/2024) berikut alasan mengapa kita tidak boleh menggunakan wadah plastik ke dalam microwave menurut ahli toksikologi dan ahli epidemiologi.

Baca juga: Tips Membersihkan Microwave agar Terlihat Seperti Baru

Mengapa wadah plastik tidak boleh dimasukan dalam microwave?

Menurut seorang profesor di Departemen Farmakologi dan Toksikologi Universitas Rutgers, Phoebe Stapleton, memasukkan wadah plastik ke dalam microwave akan memanaskan wadah dan juga makanan.

“Peningkatan suhu ini memungkinkan bahan kimia di dalam wadah plastik dilepaskan ke dalam makanan yang dipanaskan kembali.” Lanjut Stapleton.

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Foodplace (@my.foodplace)

Ahli toksikologi di MedStar Health, Kelly Johnson-Arbor menambahkan, ini bahkan berlaku untuk plastik yang diberi tanda aman untuk microwave.

Sebenarnya maksud dari label tersebut adalah bahwa wadah plastik itu tidak akan mudah rusak ketika dijatuhkan beberapa kali.  

“Meskipun struktur kimia produk plastik stabil, bahan kimia dapat terlepas dari plastik dalam kondisi tertentu, termasuk paparan suhu tinggi seperti yang dialami selama microwave,” Jelas  Johnson-Arbor.

Baca juga: 6 Wadah Makanan yang Tidak Boleh Dimasukkan ke Oven

Bahan kimia tersebut termasuk bisphenol-A (BPA) dan ftalat, yang dapat terakumulasi di jaringan tubuh dan memiliki efek negatif bagi kesehatan.

 “Menggunakan wadah plastik di microwave juga dapat meningkatkan pelepasan partikel plastik kecil yang disebut mikroplastik ke dalam makanan dan minuman,” kata Johnson-Arbor.

Jika nekat masukkan makanan di wadah plastik ke microwave?

Jika kamu memanaskan makanan dalam wadah plastik satu atau dua kali, kamu mungkin akan baik-baik saja. Namun melakukan hal ini secara teratur jelas tidak bagus.

Ilustrasi microwave.Shutterstock/New Africa Ilustrasi microwave.

“Melakukannya terus-menerus meningkatkan paparan dan dosis terhadap bahan kimia yang menunjukkan risiko penyakit termasuk kanker, gangguan endokrin dan masalah kesuburan, serta penyakit metabolik dan neurologis,” kata Stapleton.

Adapun bahan kimia yang digunakan dalam produksi produk plastik, diklasifikasikan sebagai bahan kimia pengganggu endokrin, yaitu bahan kimia yang mampu mengganggu hormon dalam tubuh manusia.

Sangat disarankan untuk kamu menggunakan produk berbahan kaca yang dapat dipanaskan dengan microwave sebagai penggantinya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau