Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Mudah Membersihkan Talenan Kayu agar Kinclong dan Tidak Bau

Kompas.com, 27 Juni 2025, 06:48 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Penulis

KOMPAs.com - Talenan merupakan salah satu peralatan dapur yang sangat esensial, terutama saat memotong daging, sayur, atau bahan makanan lainnya.

Di antara berbagai jenis talenan seperti kaca, plastik, atau bambu, talenan kayu menjadi pilihan favorit banyak masyarakat Indonesia karena sifatnya yang awet, kuat, dan harganya yang ekonomis.

Namun, penggunaan talenan kayu yang intensif juga membuatnya rentan terhadap noda, bau tak sedap, bahkan bakteri.

Baca juga: Talenan Kayu Vs Plastik, Mana yang Lebih Bersih?

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara membersihkannya dengan benar agar tetap higienis dan layak digunakan.

Cara membersihkan talenan kayu

Berikut beberapa tips praktis yang bisa Anda coba di rumah:

1. Cuci dengan sabun dan air hangat

Langkah paling sederhana adalah membersihkan talenan kayu menggunakan sabun pencuci piring dan air hangat.

Ilustrasi mencuci talenan kayu, membersihkan talenan kayu. SHUTTERSTOCK/PIXEL-SHOT Ilustrasi mencuci talenan kayu, membersihkan talenan kayu.

Metode ini cukup efektif untuk mengangkat sisa makanan, minyak, dan kotoran yang menempel di permukaan talenan. Gosok permukaan talenan dengan spons atau sikat, lalu bilas hingga bersih.

2. Manfaatkan lemon sebagai pembersih alami

Selain menyegarkan sebagai minuman, lemon juga dikenal sebagai bahan alami yang ampuh untuk membersihkan dan menghilangkan bau. Caranya mudah:

  • Potong lemon menjadi dua bagian.
  • Gosokkan langsung ke permukaan talenan yang bernoda atau berbau.
  • Diamkan selama sekitar 20 menit agar kandungan asam lemon bekerja mengangkat noda dan membunuh bakteri.
  • Setelah itu, bilas talenan di bawah air mengalir hingga bersih.

Baca juga: Cara Meracik Air Lemon untuk Turunkan Kolesterol, Catat Bahan-bahannya!

Lemon tidak hanya membantu mengangkat noda membandel, tetapi juga memberikan aroma segar pada talenan.

3. Gunakan campuran pemutih dan air panas

Jika talenan kayu sudah sangat kotor atau bau membandel tidak kunjung hilang, Anda bisa menggunakan campuran pemutih sebagai solusi terakhir. Berikut langkah-langkahnya:

Ilustrasi mencuci talenan kayu. SHUTTERSTOCK/WACHIWIT Ilustrasi mencuci talenan kayu.

  • Campurkan 1 sendok teh pemutih dengan 2 liter air panas.
  • Rendam sikat pembersih dalam campuran tersebut.
  • Gosok talenan menggunakan sikat hingga seluruh permukaan tergosok rata.
  • Bilas dengan air bersih, lalu cuci kembali menggunakan sabun pencuci piring untuk menghilangkan sisa bau pemutih.

Perlu diingat, metode ini sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering agar tidak merusak kayu.

Membersihkan talenan kayu ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Dengan bahan-bahan yang ada di rumah seperti lemon, sabun cuci piring, hingga larutan pemutih, Anda bisa membuat talenan kembali kinclong, higienis, dan bebas bau.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau