Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bolehkan Bawa Durian Boleh ke Kamar Hotel? Ini Jawabannya

Kompas.com, 18 Februari 2026, 15:30 WIB
Krisda Tiofani,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Durian memiliki aroma menyengat dibandingkan banyak buah lain. Bau ini sering kali menggoda atau justru mengganggu orang lain.

Saking kuatnya aroma durian, buah ini sering kali dilarang dibawa masuk ke beberapa tempat, seperti pesawat dan kamar hotel.

Executive Chef Hotel Aston Priority Simatupang, Febrian Sjarif, menuturkan bahwa durian termasuk salah satu bahan makanan yang dilarang masuk kamar hotel.

"Kalau makanan sih durian sih ya, pasti. Selain itu, kayak pet (hewan peliharaan), dan benda terlarang atau segala macam," kata Chef Febrian.

Baca juga: Makan Durian Usai Santap Olahan Kambing Bikin Stroke, Ini Kata Menkes

"Tapi di beberapa hotel, durian itu sudah mulai boleh masuk kamar sih," lanjut dia ketika ditemui Kompas.com di sela preview iftar di Hotel Aston Priority Simatupang, Jumat (13/2/2026).

Menurut Chef Febrian, aroma tajam buah ini menjadi alasan durian dilarang masuk kamar hotel.

Khususnya pada beberapa tahun lalu, saat banyak tamu asing di hotel yang tidak menyukai bau durian.

Baca juga: Panen Besar di Musim Durian, Wilayah Ini Jadi Incaran Wisatawan

Tipe kamar Governor Suite di Aston Priority Simatupang. Pemerintah menetapkan biaya menginap sebesar Rp 9.331.000 per orang per hari untuk pejabat setingkat menteri, wakil menteri, dan pejabat eselon I.Dokumentasi Aston Priority Simatupang. Tipe kamar Governor Suite di Aston Priority Simatupang. Pemerintah menetapkan biaya menginap sebesar Rp 9.331.000 per orang per hari untuk pejabat setingkat menteri, wakil menteri, dan pejabat eselon I.

"Tapi makin ke sini, bule pun sudah makan durian walaupun belum semuanya," ucap dia.

Ia menekankan bahwa aturan membawa durian ke dalam kamar hotel bisa jadi berbeda-beda, tergantung kebijakan setiap akomodasi.

Food and Beverage Manager Hotel Aston Priority Simatupang, R. Aldi Ariefierly, mengatakan, bila memaksa membawa durian masuk ke dalam kamar hotel, padahal sudah ada larangan di hotel tersebut, tamu bisa dikenakan denda.

Baca juga: Alasan Indonesia dan Malaysia Berebut Gelar Durian sebagai Buah Nasional

"Kami sendiri sudah punya pagu atau charge tambahan karena perlu chemical ataupun tambahan lain untuk membersihkan kamar tersebut (karena bau tajam)," jelas Aldi.

Demi mencegah tamu dikenakan denda, Aldi mengatakan bahwa staf hotel akan mengimbau larangan membawa bahan makanan beraroma tajam sejak tamu datang.

Baca juga: 4 Trik Mencairkan Durian Beku agar Tetap Manis dan Lembut

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau