Penulis
KOMPAS.com - Setelah merayakan Hari Raya Idul Fitri, banyak orang merasa tubuh menjadi lebih berat dan kurang bugar.
Hal ini sangat wajar, mengingat selama Lebaran konsumsi makanan tinggi santan, gula, dan lemak seperti opor, rendang, hingga kue kering meningkat cukup drastis.
Perubahan pola makan yang tiba-tiba ini membuat tubuh bekerja ekstra dan membutuhkan waktu untuk kembali seimbang.
Baca juga: Minum Jus Nanas untuk Detoks usai Makan Daging Bakar-bakaran Tahun Baru, Ini Cara Bikinnya
Meski tubuh sebenarnya memiliki sistem detoks alami yang bekerja melalui organ seperti hati dan ginjal, memilih makanan yang tepat dapat membantu proses tersebut berjalan lebih optimal.
Kabar baiknya, detoks tidak harus dilakukan dengan cara ekstrem atau mahal. Ada banyak bahan alami yang mudah ditemukan dan bisa membantu tubuh kembali segar setelah Lebaran.
Berikut adalah makanan sehat yang dapat membantu mendukung proses detoks tubuh:
Sayuran hijau seperti brokoli dan kembang kol mengandung senyawa glukosinolat, yang berperan penting dalam aktivasi enzim detoksifikasi di hati.
Ilustrasi brokoli, ilustrasi sayuran untuk menurunkan gula darah tinggi termasuk brokoliKandungan seratnya juga tinggi, sehingga membantu melancarkan pencernaan serta membuang sisa metabolisme dengan lebih efektif.
Buah-buahan, seperti jeruk dan lemon terkenal kaya vitamin C dan antioksidan. Kandungan asam alaminya dapat merangsang produksi empedu yang membantu pencernaan lemak lebih baik.
Makanan yang cocok dikonsumsi penderita hipertensi.Mengonsumsi citrus secara rutin dapat membantu tubuh melawan radikal bebas sekaligus meningkatkan energi.
Selain sebagai bumbu dapur, bawang putih, bawang merah dan bawang bombai memiliki manfaat kesehatan yang cukup besar.
Ilustrasi bawang putih.Keduanya mengandung sulfur, komponen penting dalam produksi glutathione, yaitu zat utama yang berperan dalam proses detoksifikasi hati.
Baca juga: Resep Keripik Bawang Rendah Karbohidrat, Modal Cuma 2 Bahan Utama
Bawang putih juga memiliki sifat antibakteri sehingga membantu melawan racun dan mikroorganisme berbahaya dalam tubuh.
Teh hijau kaya akan katekin, antioksidan kuat yang membantu melindungi sel dari kerusakan. Senyawa ini juga mendukung fungsi hati dalam memproses racun.
Ilustrasi matcha.Menikmati secangkir teh hijau atau matcha setelah periode makan berlebih saat Lebaran bisa membantu tubuh terasa lebih ringan dan segar.
Buah beri seperti stroberi, blueberry, serta delima mengandung polifenol dan antioksidan tinggi yang membantu mengurangi stres oksidatif dalam tubuh.
Ilustrasi stroberiSelain itu, serat di dalamnya mampu mendukung kinerja sistem pencernaan dan mencegah sembelit setelah konsumsi banyak makanan berat.
Chia seed, flaxseed, dan biji labu adalah sumber serat dan lemak sehat seperti omega-3. Nutrisi ini membantu mengikat racun dalam tubuh sekaligus memperlancar proses pembuangan.
Chia seeds.Biji-bijian ini juga membantu menyeimbangkan hormon, terutama setelah tubuh banyak menerima asupan tinggi lemak selama Lebaran.
Kunyit dikenal dengan kandungan kurkumin, senyawa antiinflamasi yang mampu meningkatkan fungsi hati dan produksi empedu.
Ilustrasi minum kunyit. Selain mendukung detoks alami tubuh, kunyit juga baik untuk menjaga sistem pencernaan setelah mengonsumsi hidangan berat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang