Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Libur Lebaran 2026, Jajanan Timus hingga Nanas di Sejumlah Daerah Laris Diburu Pemudik

Kompas.com, 28 Maret 2026, 14:00 WIB
Devi Ramadhany,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi


KOMPAS.com - Momen libur Lebaran 2026 membawa berkah bagi penjual oleh-oleh di sejumlah daerah.

Para pemudik dan wisatawan memanfaatkan perjalanan mereka untuk berburu oleh-oleh khas daerah.

Salah satu yang merasakan lonjakan pengunjung adalah Kampung Alit di Karanganyar. Toko oleh-oleh yang berada di jalur Solo–Tawangmangu ini ramai disinggahi pemudik yang melintas.

Beragam produk khas seperti timus, jadah tempe, gethuk, abon gulung, hingga keripik singkong menjadi incaran pengunjung. Di tempat ini, pembeli juga dapat memesan timus dan jadah goreng yang dibuat langsung di lokasi.

Baca juga: 7 Tempat Makan di Jalur Lintas Selatan Jawa, Bisa Mampir saat Arus Balik Mudik

“Saya beli tempe untuk bekal di jalan. Saya sama mama, adik, anak. Baru pertama kali ke sini. Lewat sini, kelihatan bagus dari luar. Kita sempatkan mampir,” kata Nia, salah satu pengunjung, dikutip pada Jumat (27/3).

Baca juga: Menu Bekal Mudik Biar Tetap Fokus, Ini Rekomendasi Makanan Penambah Stamina dari Ahli Gizi

Lonjakan pengunjung pun terlihat signifikan. Pada hari biasa, jumlah pengunjung berkisar 300–400 orang.

Namun saat Lebaran, angka tersebut meningkat hingga sekitar 1.000 orang per hari.

“Oleh-oleh unggulan kita timus goreng dan timus frozen. Kita juga ada cafe, playground, waterboom,” ujar Manager Operasional Kampung Alit, Arif Hidayatullah.

Baca juga: Mudik Lebaran 2026: Ini 7 Kuliner Legendaris di Jalur Pantura Semarang

Nanas Subang laris manis

Tak hanya di Jawa Tengah, peningkatan penjualan juga dirasakan pedagang buah di Subang, Jawa Barat.

Nanas khas Subang menjadi salah satu oleh-oleh yang banyak diburu wisatawan di jalur wisata Subang Selatan.

Ade, salah satu pedagang nanas, mengaku mampu menjual hingga 5–10 kuintal nanas per hari selama libur Lebaran.

Baca juga: 7 Rekomendasi Kuliner Khas Jogja Selain Bakpia yang Bisa Dijadikan Oleh-oleh

 Jumlah ini meningkat tajam dibandingkan hari biasa yang hanya sekitar 1 kuintal, bahkan itu pun biasanya terjadi pada akhir pekan.

“Alhamdulillah jualan lancar. Rata-rata pembeli beli yang Rp 50 ribu. Di musim liburan Idulfitri ini penjualan meningkat,” ujar Ade.

Baca juga: 5 Oleh-oleh Khas Lamongan lengkap dengan Rekomendasi Tempat Belanjanya

Selain buah segar, produk olahan seperti dodol nanas, cokelat nanas, dan keripik nanas juga menjadi pilihan wisatawan untuk dibawa pulang sebagai buah tangan.

Lonjakan penjualan ini menunjukkan bahwa momen Lebaran tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, melainkan juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, khususnya pelaku UMKM di daerah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau