Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Tempat Makan di Jalur Lintas Selatan Jawa, Bisa Mampir saat Arus Balik Mudik

Kompas.com, 25 Maret 2026, 16:30 WIB
Afif Khoirul Muttaqin,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Arus balik Lebaran 2026 sudah mulai terasa.

Bagi kamu yang memilih rute Jalur Lintas Selatan atau Jalur Pansela (Pantai Selatan) Jawa untuk kembali ke kota perantauan, perjalanan panjang tentu butuh stamina ekstra. 

Selain pemandangan alamnya yang cantik, Jalur Selatan juga dikenal sebagai gudangnya kuliner legendaris yang ramah di kantong dan nyaman buat istirahat sejenak, alias mampir.

Jalur ini sering menjadi favorit anak touring karena jalannya yang berkelok seru dan pilihan tempat makan yang luas.

Mengutip dari laman beberapa sumber, ada beberapa titik kuliner yang sudah menjadi langganan para pelancong lintas provinsi.

Berikut adalah tujuh rekomendasi tempat makan di Jalur Selatan yang cocok buat kamu singgahi agar perjalanan balik tidak terasa membosankan:

1. Ayam Goreng Bu Hartin (Kulon Progo)

Ayam Goreng ParyantiDOK. Kompasiana Ayam Goreng Paryanti
Masuk ke wilayah Yogyakarta lewat jalur selatan, Ayam Goreng Bu Hartin adalah pemberhentian wajib.

Restoran ini sangat populer karena area parkirnya yang luas, cocok untuk rombongan besar atau kamu yang membawa kendaraan pribadi. 

Ayam gorengnya tipe ayam kampung yang empuk dengan bumbu meresap sampai ke tulang. Sajian sambal dan lalapannya juga juara untuk mengembalikan energi setelah berkendara jauh.

Baca juga: Awas Keracunan, 6 Kesalahan Saat Memanaskan Ulang Makanan Sisa

2. Sate Ambal Pak Alip (Kebumen)

Sate ayam ambal khas kebumen (sate ambal). Dok. Shutterstock/Bramastha Sate ayam ambal khas kebumen (sate ambal).
Melintasi Kebumen, jangan sampai melewatkan Sate Ambal. Berbeda dengan sate Madura, Sate Ambal Pak Alip menggunakan saus berbahan dasar tempe rebus yang dihancurkan halus dengan bumbu rempah. 

Rasa manis-gurihnya sangat unik dan hanya bisa kamu temukan di jalur ini. Potongan daging ayamnya pun besar-besar dan teksturnya sangat lembut.

3. Rumah Makan Mergosari (Cilacap/Ciamis)

Ilustrasi gurame bakar sambal matah.Shutterstock/Habs Photography Ilustrasi gurame bakar sambal matah.
RM Mergosari adalah legenda bagi para pengemudi Jalur Lintas Selatan. Terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat, tempat ini hampir tidak pernah sepi. Menu andalannya adalah olahan ikan air tawar, terutama Gurame Bakar dan Pepes yang segar.

Fasilitasnya sangat lengkap, mulai dari musala yang bersih hingga toilet yang memadai, menjadikannya tempat istirahat yang sangat kredibel bagi para musafir.

Baca juga: Resep Nasi Goreng Opor Ayam, Ide Menu dari Makanan Sisa Lebaran

4. Nasi Liwet Asep Stroberi (Nagreg)

Ilustrasi nasi liwet sunda untuk menu masakan bersama keluarga besar atau teman.DOK.SHUTTERSTOCK/Neelakandi Ilustrasi nasi liwet sunda untuk menu masakan bersama keluarga besar atau teman.
Siapa yang tidak tahu tanjakan Nagreg? Sebelum memasuki Bandung, Nasi Liwet Asep Stroberi atau yang akrab disebut "Asstro" adalah pilihan premium. 

Suasananya sejuk dengan pemandangan pegunungan. Nasi liwet yang disajikan hangat dalam kastrol (panci kecil) lengkap dengan peda, tahu, tempe, dan sambal dadak, dijamin bikin rasa kantuk hilang seketika.


5. Sate Maranggi Cibungur (Purwakarta/Cikampek)

Ilustrasi sate maranggi. Dok. Sajian Sedap Ilustrasi sate maranggi.
Jika rute balikmu mengarah ke gerbang tol Cikampek lewat jalur arteri selatan, Sate Maranggi Cibungur adalah destinasi terakhir sebelum masuk ke hiruk pikuk Jakarta. 

Sate sapi yang empuk dengan siraman sambal tomat segar yang pedas asam adalah kombinasi maut yang sulit ditolak. Area makannya sangat luas dan rindang di bawah pohon jati.

Baca juga: Jangan Kalap! Ahli Gizi Ungkap Cara Hindari Kolesterol Tinggi Makanan Lebaran

6. Mie Ongklok Longkrang (Wonosobo)

Mie Ongklok Mbah Slamet, Wonosobo.KOMPAS.com/BAYU APRILIANO Mie Ongklok Mbah Slamet, Wonosobo.
Bagi yang mengambil rute tengah sedikit ke utara lewat Wonosobo saat menuju jalur pansela, Mie Ongklok Longkrang adalah hidden gem yang wajib dicoba. 

Kuahnya yang kental kecokelatan berbahan dasar saripati singkong (kanji) dipadukan dengan sate sapi bumbu kacang akan menghangatkan tubuhmu di tengah udara dingin Wonosobo.

7. Kupat Tahu Pojok (Magelang)

Ilustrasi kupat tahu.Shutterstock/Terang Bulan Gallery Ilustrasi kupat tahu.
Jika kamu melewati jaur yang agak ke tengah Kupat Tahu Pojok adalah pilihan sarapan atau makan siang yang ringan namun mengenyangkan. 

Perpaduan tahu goreng, tauge, dan kupat yang disiram kuah kacang encer namun kaya rempah ini sangat populer di kalangan wisatawan.

Rasanya yang cenderung manis khas Jawa Tengah memberikan sensasi nyaman di perut selama perjalanan.

Pastikan kendaraan dalam kondisi prima dan jangan memaksakan diri jika merasa lelah. Tempat-tempat makan di atas tidak hanya menawarkan rasa yang enak, melainkan juga ruang yang cukup untuk sekadar meluruskan kaki atau tidur sejenak sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke kota.

Baca juga: Ide 7 Makanan yang Bisa Jadi Lauk Pendamping Ketupat Saat Lebaran

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Foodplace (@my.foodplace)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau