Penulis
KOMPAS.com - Makanan yang sisa bisa jadi penyelamat, terutama saat kamu tidak sempat masak.
Namun, cara menyimpan dan memanaskan ulang makanan tidak boleh sembarangan. Kesalahan kecil bisa membuat makanan berbahaya karena menjadi sarang bakteri, sehingga bisa membuatmu sakit.
Berikut enam kesalahan umum yang sering dilakukan saat mengolah kembali makanan sisa, plus satu mitos yang perlu diluruskan.
Jangan biarkan makanan matang atau makanan sisa berada di suhu ruang lebih dari 2 jam. Setelah dimasak, sajikan selagi panas, yaitu pada suhu 60 derajat Celsius atau lebih tinggi. Zona bahaya pertumbuhan bakteri ada pada suhu 4 sampai 60 derajat Celsius.
Baca juga: Panduan Lengkap Menyimpan Makanan di Kulkas agar Tetap Segar Lebih Lama
Jika makanan sudah berada di suhu ruang lebih dari 2 jam, sebaiknya dibuang. Bahkan, bila suhu lingkungan lebih dari 32 derajat Celsius, makanan hanya aman dibiarkan selama 1 jam.
Untuk mendinginkan makanan lebih cepat sebelum masuk kulkas, gunakan wadah dangkal, potong makanan besar jadi bagian kecil, atau letakkan wadah di atas rendaman es sebelum disimpan.
Wadah plastik tipis atau bekas kotak takeout tidak cukup aman untuk menyimpan makanan sisa. Gunakan wadah kedap udara berkualitas baik.
Ilustrasi wadah kedap udara.Pilih ukuran wadah yang sesuai dengan jumlah makanan agar ruang kosong di dalamnya sedikit.
Ini membantu mencegah masuknya bakteri, menjaga kelembapan, dan menghindari bau dari makanan lain.
Pastikan suhu kulkas Anda 4 derajat Celsius atau lebih rendah. Banyak orang menyetel kulkas pada suhu terlalu hangat, sehingga meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri. Gunakan termometer kulkas untuk memastikan suhunya aman.
Makanan sisa hanya aman disimpan di kulkas selama 3–5 hari. Jika lebih dari itu, sebaiknya dibuang. Untuk penyimpanan lebih lama, simpan di freezer hingga 4 bulan.
Ilustrasi kulkas, Ilustrasi menyimpan makanan di pintu kulkas. Biasakan memberi label tanggal pada wadah makanan sisa agar mudah melacak kapan makanan dimasak. Ingat aturan sederhana: jika ragu, buang saja.
Saat memanaskan ulang makanan, pastikan suhunya mencapai 74 derajat Celsius (cek dengan termometer makanan). Kuah, saus, dan sup sebaiknya dipanaskan hingga mendidih. Tutup wadah saat memanaskan untuk menjaga kelembapan dan memastikan panas merata.
Baca juga: Bagaimana Cara Memanaskan Kembali Kentang Goreng? Ini 3 Tipsnya
Jika menggunakan microwave, aduk atau balik makanan di tengah waktu pemanasan agar tidak ada bagian dingin yang berisiko jadi tempat berkembang biak bakteri.
Setelah dipanaskan, biarkan makanan diam selama 1 menit sebelum dicek suhunya.
Banyak orang menggunakan microwave untuk mencairkan daging beku. Padahal, cairan dari daging mentah bisa membawa bakteri berbahaya.
Ilustrasi microwave.Jika tetap ingin mencairkan daging di microwave, gunakan piring khusus untuk daging mentah dan jangan dipakai ulang untuk makanan matang kecuali sudah dicuci dengan air panas dan sabun.
Ada anggapan bahwa memanaskan ulang kentang dapat menimbulkan botulisme. Faktanya, memanaskan kentang tidak bisa menyebabkan botulisme.
Botulisme memang bisa terjadi bila kentang disimpan pada suhu hangat, karena bakteri Clostridium botulinum bisa berkembang. Namun, risiko ini bisa dicegah dengan cara:
Baca juga: Cara Bikin Kentang Mustofa Tanpa Kapur Sirih, Awet Renyah Pakai Bahan Ini
Untuk kentang panggang yang dibungkus aluminium foil, simpan di atas suhu 60 derajat Celsius hingga disajikan, atau dinginkan dengan melepas sedikit bungkus foil sebelum dimasukkan ke kulkas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang