Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Heli dan Jet Tempur AS Jatuh Hampir Bersamaan di Laut China Selatan

Kompas.com, 27 Oktober 2025, 09:46 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

Sumber CNN

KOMPAS.com - Sebuah helikopter dan jet tempur milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) jatuh ke laut dalam dua insiden terpisah di Laut China Selatan pada Minggu (26/10/2025) saat menjalankan operasi rutin. 

Seluruh awak berhasil diselamatkan, menurut keterangan Armada Pasifik Angkatan Laut AS, sebagaimana dilansir CNN.

Angkatan Laut AS menyatakan, penyebab insiden masih menjadi misteri dan pihaknya tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kedua kecelakaan tersebut.

Baca juga: China-Australia Adu Mulut soal Jet Tempur Su-35 Lepas Flare di Laut China Selatan

Angkatan Laut AS menjelaskan, helikopter MH-60R Seahawk yang dioperasikan skuadron "Battle Cats" dari Helicopter Maritime Strike Squadron (HSM) 73 jatuh sekitar pukul 14.45 waktu setempat saat melakukan operasi dari kapal induk USS Nimitz. 

Tim pencari dan penyelamat berhasil mengevakuasi tiga awak helikopter tersebut dengan selamat.

Sekitar 30 menit kemudian, pada pukul 15.15, jet tempur F/A-18F Super Hornet dari skuadron "Fighting Redcocks" Strike Fighter Squadron (VFA) 22 juga mengalami kecelakaan saat menjalankan operasi rutin dari kapal induk yang sama. 

Kedua pilot berhasil keluar dari pesawat sebelum jatuh dan segera diselamatkan.

Baca juga: Filipina Murka, Tuduh China Sengaja Tabrak Kapal Manila di Laut China Selatan

Laut China Selatan merupakan kawasan strategis yang diperebutkan banyak negara, termasuk China dan sejumlah negara Asia Tenggara. 

Meski Mahkamah Arbitrase Internasional telah menolak klaim sepihak Beijing, China tetap bersikeras menguasai hampir seluruh wilayah perairan tersebut.

Selama dua dekade terakhir, Beijing memperkuat klaimnya dengan membangun instalasi militer di berbagai pulau buatan di kawasan itu. 

Langkah ini menjadi tantangan langsung bagi sejumlah negara di kawasan itu serta AS.

Baca juga: Teror di Laut China Selatan, Jet Tempur Beijing Gertak Kapal Perang Inggris

Di satu sisi, misi Angkatan Laut AS di Laut China Selatan juga menjadi bagian dari strategi Washington untuk menahan ekspansi maritim China.

Insiden ini terjadi beberapa bulan setelah Angkatan Laut AS kehilangan dua jet tempur Super Hornet di Laut Merah pada musim semi lalu. 

Menurut data resmi Angkatan Laut AS, satu unit pesawat F/A-18 bernilai lebih dari 60 juta dollar AS atau sekitar Rp 995 miliar.

USS Nimitz, kapal induk terbesar dan tertua dalam armada Angkatan Laut AS, dijadwalkan akan dipensiunkan tahun depan.

Baca juga: Beijing Marah, India-Filipina Latihan Militer di Laut China Selatan

Lawatan Trump

Kecelakaan ini terjadi di tengah lawatan Presiden AS Donald Trump ke Asia. 

Dia dijadwalkan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping pekan ini untuk membahas hubungan dagang kedua negara.

Hubungan Washington dan Beijing sempat memburuk dalam beberapa pekan terakhir setelah kedua pihak saling memberlakukan kebijakan dagang yang keras. 

Namun, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pada Minggu bahwa kedua negara telah mencapai kerangka kesepakatan dagang guna meredakan ketegangan menjelang pertemuan Trump dan Xi.

Baca juga: Kapal Perang India dan Filipina Patroli Bersama di Laut China Selatan

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Mengapa Israel Menolak Disalahkan Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon?
Mengapa Israel Menolak Disalahkan Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon?
Internasional
Irak Mendadak 'Lupa Perang' Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Irak Mendadak "Lupa Perang" Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Internasional
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Internasional
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Heli dan Jet Tempur AS Jatuh Hampir Bersamaan di Laut China Selatan
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat