Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Mandikan Kucing dengan Sabun Cuci Piring, Ini Bahayanya Menurut Dokter Hewan

Kompas.com, 6 Agustus 2025, 09:37 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Ada anggapan bahwa serangan kutu pada kucing bisa diatasi dengan sabun cuci piring. Padahal, memandikan kucing dengan sabun cuci piring bisa menimbulkan risiko kesehatan bagi kucing. 

"Memandikan kucing dengan sabun cuci piring tidak aman secara medis," kata drh. Lavinta Viena, co-founder Vet Furries House Call Vet, kepada Kompas.com, Selasa (5/8/2025). 

Baca juga: Cara Memandikan Kucing dengan Benar agar Tidak Stres

Bahaya memandikan kucing dengan sabun cuci piring 

Ilustrasi sabun cuci piring.Shutterstock/Mr Boiko Oleg Ilustrasi sabun cuci piring.

Selengkapnya, berikut adalah bahaya memandikan kucing dengan sabun cuci piring menurut dokter hewan:

Sabun cuci piring tidak cocok untuk kulit kucing 

Secara teknis, sabun cuci piring memiliki kemampuan untuk membunuh kutu karena bisa menghancurkan lapisan pelindung luar serangga tersebut. 

Namun, menurut drh. Lavinta, sabun ini dirancang untuk mencuci peralatan dapur, bukan untuk digunakan pada kulit hewan, khususnya kucing. 

Baca juga: Seberapa Sering Harus Memandikan Kucing Peliharaan?

Menghilangkan minyak alami pada kulit kucing 

Sabun cuci piring mengandung bahan aktif seperti deterjen kuat, surfaktan, dan pewangi sintetis. Zat-zat ini cukup keras dan bisa merusak kulit kucing. 

"Bahan yang bersifat keras ini dapat menghilangkan minyak alami yang berfungsi melindungi kulit dan bulu," ujar drh. Lavinta.

Salah satu fungsi utama minyak alami pada kulit kucing adalah untuk menjaga kelembapan dan melindungi bulu dari kerusakan. 

Baca juga: Kapan Perlu Memandikan Kucing Peliharaan?

Ketika sabun cuci piring digunakan, minyak alami ini ikut terangkat bersama kotoran dan kutu, menyebabkan kulit menjadi lebih kering dan kehilangan perlindungan alaminya.

Kulit kucing menjadi teriritasi 

Tanpa perlindungan minyak alami, kulit kucing bisa menjadi sangat kering. Akibatnya, kucing akan sering menggaruk karena merasa gatal.

Goresan akibat garukan ini bisa menyebabkan luka, kemerahan, dan rasa tidak nyaman yang berkepanjangan.

Baca juga: Hal-hal yang Harus Dihindari Saat Memandikan Kucing di Rumah

Risiko luka dan lecet 

Sabun yang terlalu keras dapat memperburuk kondisi kulit, terutama jika digunakan berulang kali. 

Dalam kasus yang lebih parah, gesekan dan iritasi yang terus-menerus dapat menyebabkan luka terbuka atau lecet yang menyakitkan bagi kucing.

Risiko infeksi bakteri dan jamur 

Kulit yang rusak tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan, tetapi juga membuka jalan bagi mikroorganisme seperti bakteri dan jamur untuk masuk. 

 Baca juga: 5 Tips Memandikan Kucing yang Agresif

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau