Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Pakaian yang Harus Dicuci dengan Air Dingin Menurut Pakar Laundry

Kompas.com, 5 Agustus 2025, 19:07 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber The Spruce

JAKARTA, KOMPAS.com - Suhu air menjadi salah satu faktor penting ketika mencuci pakaian. Suhu air tidak hanya berpengaruh pada kebersihan, tapi juga keawetan atau daya tahan pakaian atau kain. 

Ada dua suhu air yang biasa digunakan untuk mencuci pakaian, yakni dingin dan panas. Air dingin mencegah pakaian atau kain menyusut, mencegah warna pakaian memudar, mengurangi konsumsi energi, hingga meminimalkan jejak karbon. 

Baca juga: Jangan Mencuci Pakaian di Sore dan Malam Hari, Ini Alasannya 

Sementara itu, air panas bermanfaat membuat pakaian atau kain lebih bersih, membunuh kuman dan bakteri, serta membersihkan noda membandel. 

Namun, kebanyakan dari kita masih belum mengetahui hal tersebut. Nah, untuk membantu memahami suhu pencucian, berikut pakaian yang harus dicuci dengan air dingin menurut pakar laundry dikutip dari The Spruce, Selasa (5/8/2025). 

Pakaian berwarna gelap

Ilustrasi pakaian hitam. Ilustrasi pakaian hitam.
Bahkan pakaian hitam dan biru tua berkualitas tinggi pun dapat memudar seiring waktu, tetapi mencuci pakaian ini dengan air panas dapat mempercepat prosesnya.

Tidak ada yang menginginkan hal itu. Untungnya, mencuci pakaian dengan air dingin tidak memiliki efek tersebut atau memudarkan warna kain. 

"Kain gelap rentan memudar jika terkena air panas karena panas dapat memecah molekul pewarna," ucap James Joun, salah satu pendiri dan Kepala Operasional Rinse--sebuah perusahaan layanan pengambilan dan pengantaran laundry dan dry cleaning sesuai permintaan.

Air dingin membantu mempertahankan kekayaan warna dan mencegah warna luntur atau memudar seiring waktu. 

Baca juga: Bolehkah Mencuci Pakaian Putih dan Berwarna Bersamaan?

Wol atau campuran wol

Selanjutnya, pakaian yang harus dicuci dengan air dingin adalah pakaian berbahan wol atau campuran wol. 

Kesalahan memilih pengaturan suhu yang tepat untuk mencuci wol meski hanya sekali dapat berakibat fatal.

Air panas dapat menyebabkan wol menyusut, bahkan kehilangan kelembutannya, sementara air dingin membantu menjaga serat-serat tersebut tetap utuh dan berbentuk.

Menurut Joun, meski suatu pakaian mengandung campuran wol dengan serat lain, tetap penting memilih pengaturan suhu dingin.

Kain halus 

Ilustrasi mencuci pakaian putih. SHUTTERSTOCK/DUANGJAN J Ilustrasi mencuci pakaian putih.
Jika memiliki mesin cuci dengan pengaturan halus, mungkin memperhatikan bahwa mesin tersebut secara otomatis memilih suhu air dingin untuk pakaian.

Bila mencuci kain, seperti renda, sutra, atau satin, sebaiknya mencucinya dengan air dingin. 

"Kain halus sensitif terhadap suhu tinggi, yang dapat merusak seratnya dan mengubah struktur rumitnya," Joun memperingatkan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau