Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[POPULER PROPERTI] Ini Desain Masjid Negara IKN, Nyaris Rp 1 Triliun

Kompas.com, 23 Januari 2024, 06:52 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Hutama Karya (Persero) secara resmi memulai pembangunan Gedung dan Kawasan Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Hal itu ditandai dengan berlangsungnya peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (17/1/2024).

Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan, Masjid Negara IKN memiliki daya tampung hingga 61.000 jemaah.

Bangunannya pun akan dikelilingi air, serta menampilkan keindahan pada desain, baik dari luar maupun dalam.

"Saya berharap masjid ini bisa menjadi contoh pembangunan masjid di dunia, merepresentasikan kemajemukan Indonesia, sebagai sarana dalam meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, menjadi tempat yang nyaman bagi umat muslim untuk melakukan aktivitas keagaman serta sebagai simbol toleransi antar-agama di IKN," jelas Presiden dalam keterangan tertulis.

Baca informasi lengkapnya di sini Inilah Desain Masjid Negara IKN dengan Biaya Hampir Rp 1 Triliun

Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo Ruas Klaten-Purwomartani sepanjang 3 kilometer dari total 20 kilometer ditargetkan siap mendukung arus mudik Lebaran tahun 2024.

Sementara untuk Ruas Kartasura-Klaten sudah dapat dioperasikan secara fungsional sepanjang 22,3 kilometer.

Secara keseluruhan, Ruas Kartasura-Klaten sepanjang 22,3 kilometer ditargetkan tuntas pada Juli 2024, sedangkan Ruas Klaten-Purwomartani sepanjang 20 kilometer ditargetkan tuntas pada akhir Desember 2024.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo akan meningkatkan konektivitas antara Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan Jawa Tengah.

"Jalan Tol Yogyakarta-Solo akan terhubung dengan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen dan dengan Jalan Tol Semarang-Solo, sehingga akan membentuk segitiga emas pertumbuhan ekonomi di kawasan Yogyakarta, Solo, dan Semarang (Joglosemar)," kata Menteri Basuki, dikutip dari keterangan resmi.

Baca informasi lengkapnya di sini Dioperasikan Sementara, Ruas Tol Klaten-Purwomartani Dukung Arus Lebaran 2024

Kota Ternate di Provinsi Maluku Utara terkenal sebagai penghasil rempah, salah satunya pala.

Daerah ini juga menyediakan ratusan pilihan rumah subsidi yang terdaftar dalam Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (Sikumbang) dengan harga tak sampai Rp 200 juta.

Bagi Anda yang tengah mencari rumah murah di Kota Ternate, berikut sejumlah pilihannya:

1. Sultan Residence

Perumahan ini berlokasi di Sangaji Utara, Kota Ternate Utara, Kota Ternate yang dikembangkan oleh PT Dagymoi Properti Indonesia.

Tersedia 192 unit rumah subsidi dengan 20 lainnya terjual seharga Rp 168 juta untuk luas bangunan 36 meter persegi dan luas lahan 85 meter persegi.

Baca informasi lengkapnya di sini Rumah Murah di Kota Ternate Tak Sampai Rp 200 Juta, Ini Pilihannya (I)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau