JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah membangun Hunian Sementara (Huntara) Modular untuk korban banjir di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.
Menteri PU Dody Hanggodo menargetkan pembangunan Huntara Modular tersebut bisa rampung pada awal bulan Ramadan.
"Progresnya masih sesuai schedule. Insya Allah minggu pertama Ramadan ini bisa selesai total untuk 202 Kepala Keluarga (KK)," kata Dody, dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (07/02/2026).
Baca juga: 252 Unit Huntara Tapanuli Selatan Dibangun di Lahan Seluas 2,6 Hektar
Pembangunan Huntara Modular tersebut dilaksanakan melalui Satuan Kerja Prasarana Strategis Aceh, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, sebagai bagian dari penanganan darurat pascabencana untuk memastikan masyarakat terdampak segera mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman.
"Lokasi ini luasnya sekitar 3 hektar, dan sebagian besar akan kita manfaatkan sebagai ruang terbuka hijau, ada tempat bermain, tempat ibadah, dan fasilitas publik lainnya," ujarnya.
Hunian Modular di Kabupaten Bener Meriah ini dibangun menggunakan metode konstruksi modular baja prefabrikasi di atas lahan seluas 30.000 meter persegi atau 3 hektar.
Total luas bangunan mencapai 4.855 meter persegi yang terdiri dari 19 blok hunian, dengan luas modul 3.672 meter persegi (228 modul), serta area non-hunian seluas 2.210 meter persegi untuk fasilitas pendukung seperti toilet dan selasar.
Baca juga: 84 KK di Aceh Tamiang Tempati Huntara
Hunian tersebut dirancang untuk menampung 228 KK dengan dukungan fasilitas sanitasi yang memadai berupa 114 unit shower, 114 unit kloset, serta 4 unit fasilitas difabel.
Sistem pendukung hunian meliputi penyediaan air bersih dari sumur bor, pengolahan air kotor menggunakan biotank, serta suplai listrik dari PLN.
Dody menambahkan bahwa calon penghuni hunian ini juga telah siap untuk direlokasi, sehingga diharapkan masyarakat terdampak dapat segera menempati hunian sementara tersebut.
"Calon penghuninya sudah siap. Harapannya di awal-awal Ramadan masyarakat yang terdampak sudah bisa langsung menghuni. Saat ini memang masih on progress, tapi kita akan kejar agar selesai tepat waktu," tegasnya.
Selain hunian, kawasan Huntara Modular juga dilengkapi dengan perencanaan penataan kawasan yang terintegrasi.
Hal ini mencakup area multifungsi, area parkir, musala, hunian ramah difabel, toilet difabel, serta jaringan utilitas guna mendukung kebutuhan dasar dan aktivitas sosial penghuni.
Baca juga: Sekarang, Giliran 60 Huntara Dibangun di Langkahan Aceh Utara
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Aceh turut membangun sumur bor dengan kedalaman sekitar 52 meter.
Dody mengatakan bahwa kebutuhan anggaran penanganan bencana di Pulau Sumatera untuk tahun 2025-2029 adalah sekitar Rp 73,98 triliun.
Perhitungan tersebut baru sampai pada hari Selasa (03/02/2026), sehingga berpotensi akan bertambah.
"Jadi ada kemungkinan Rp 73,98 triliun akan mengalami peningkatan karena dari rapat pertama kemarin itu disampaikan masih ada beberapa usulan dari kepala daerah yang belum tercakup dalam usulan awal kita," kata Dody dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu (04/02/2026).
Dody memaparkan kebutuhan anggaran tersebut dibagi untuk tanggap darurat sebesar Rp 4,87 triliun dan kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi sebesar Rp 69,11 triliun.
Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini