JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau lokasi usulan pembangunan Flyover Mangli di Simpang Empat Mangli, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (22/2/2026).
Flyover sepanjang sekitar 1,1 kilometer tersebut direncanakan untuk mengakomodasi kebutuhan lalu lintas hingga 20 tahun ke depan.
Peninjauan dilakukan bersama Bupati Jember Muhammad Fawait di pertemuan Jalan Brawijaya dan Jalan Hayam Wuruk yang merupakan gerbang utama menuju Kota Jember.
Dody mengatakan, pembangunan flyover akan dilaksanakan secara kolaboratif antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, khususnya dalam penyediaan lahan.
Baca juga: 5 Rumah Murah di Kabupaten Jember, Ada Rp65 Juta Seluas 72 Meter
“Kita akan kerjakan bersama-sama dengan Pak Bupati. Saya minta lahannya yang diperlukan untuk membangun sekitar 1,1 kilometer flyover ini disiapkan,” ujar Dody, dalam rilis, Minggu (22/2/2026).
Menurut dia, desain flyover harus direncanakan secara komprehensif dengan mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan lalu lintas jangka panjang agar tidak cepat mengalami kepadatan.
“Kalau hanya dua jalur, lima tahun bisa penuh lagi. Kemacetan di flyover jauh lebih berbahaya dibandingkan di jalan biasa. Karena itu, kita harus hitung matang agar aman dan fungsional dalam jangka panjang,” katanya.
Simpang Mangli dinilai sebagai titik strategis yang mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta pengembangan kawasan menuju arah industrialisasi sesuai visi Pemerintah Kabupaten Jember.
Pembangunan flyover diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan memperlancar arus kendaraan di kawasan tersebut.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian PU akan memulai tahapan pemetaan lokasi, penyusunan Detailed Engineering Design (DED), serta pekerjaan konstruksi.
Pembangunan direncanakan mulai pada 2026 dengan target penyelesaian sekitar tiga tahun, menyesuaikan hasil perencanaan teknis dan kesiapan lahan.
Baca juga: Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Jember: Pilihan Ekonomis
“Estimasi kebutuhan anggaran masih dalam tahap perhitungan dan akan disesuaikan dengan hasil DED serta kesiapan lahan. Mudah-mudahan 2026 sudah bisa mulai pekerjaan,” tambah dia.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur di daerah.
Dia menyatakan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat mempercepat pembangunan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Jember optimistis kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat mempercepat pembangunan infrastruktur serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tandas Fawait.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang