Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ramadan, Momentum Atria Seimbangkan Recurring Income Paramount

Kompas.com, 28 Februari 2026, 03:36 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – Memasuki dua dekade kiprahnya, Paramount Enterprise mulai menunjukkan ambisi untuk tidak lagi menggantungkan nasib semata pada pembangunan residensial.

Di balik target prapenjualan jumbo sebesar Rp 5,5 triliun pada 2026, raksasa pengembang ini secara agresif mengalihkan kemudi menuju penguatan pendapatan berulang (recurring income).

Sektor perhotelan dipilih sebagai ujung tombak. Melalui unit manajemen hotelnya, Parador Hotels & Resorts, Paramount menggelontorkan belanja modal (capex) fantastis senilai Rp 350 miliar.

Baca juga: Kementerian ATR/BPN No Comment soal Operasional Hotel Sultan

Dana ini dikhususkan untuk melakukan revitalisasi besar-besaran terhadap jaringan Hotel Atria di Gading Serpong, Magelang, dan Malang.

Sebuah langkah berani untuk menyuntikkan nyawa baru pada aset bintang empat yang selama ini menjadi mesin uang cadangan perusahaan.

Membidik Keseimbangan "50-50"

Strategi "bedah wajah" ini merupakan bagian dari visi besar Presiden Direktur Paramount Enterprise, M. Nawawi.

Ia ingin memisahkan nilai aset ritel dan komersial ke dalam divisi yang lebih fokus agar unit bisnis hospitalitas mampu berdiri tegak sejajar dengan pendapatan dari sektor residensial.

"Harapan kami, recurring income bisa tumbuh setidaknya 3 persen setiap tahun. Saat ini kontribusinya masih di angka 10 hingga 20 persen. Kami mengejar keseimbangan hingga mencapai komposisi 50-50 di masa depan," tegas Nawawi dalam pertemuan media di Gading Serpong, Kamis (26/2/2026).

Baca juga: Menurut Permen, Ini Bedanya Hotel Bintang 1, 2, 3, 4, dan 5

Langkah ini senada dengan dorongan Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi B. Sukamdani.

PHRI memang telah meminta pelaku industri untuk terus berinovasi guna menjaga stabilitas tarif nasional dan mengerek okupansi melalui kolaborasi lokal yang autentik.

Panggung Ramadan 1447 H

Momentum Ramadan dan Idul Fitri tahun ini akan menjadi pembuktian pertama bagi wajah baru Atria.

Chief Operating Officer Parador Hotels & Resorts, Johannes Hutauruk, optimistis bahwa sinergi antara libur awal tahun dan bulan suci akan mendongkrak pendapatan secara signifikan, terutama dari sektor Food & Beverage.

Penyegaran ini tidak berhenti pada fisik bangunan. Di Magelang, Atria mencoba "menjual" pengalaman lewat "Pasar Lawasan", sebuah konsep unik yang menggandeng UMKM lokal dengan sistem transaksi tradisional menggunakan keping kayu.

Baca juga: Ini Arti Label Bintang di Industri Hotel Menurut Regulasi

Sementara di Gading Serpong, program "Ragam Rasa Ramadan" menjadi senjata untuk memikat pasar aglomerasi Jabodetabek melalui perpaduan kuliner Timur Tengah dan Nusantara.

Tak ketinggalan, Atria Hotel Malang merespons pasar dengan "Ramadan Festival".

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau