Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jalan di Menteng Tenggulun Ditata Tanpa APBN

Kompas.com, 19 Maret 2026, 05:00 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan penataan jalan di kawasan Menteng Tenggulun, Jakarta tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Akan tetapi, melalui skema kolaborasi lintas sektor.

Menteri PKP Maruarar Sirait atau Ara mengatakan, penataan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas lingkungan permukiman sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kita ingin penataan kawasan Menteng Tenggulun ini bisa berjalan cepat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dan ini kita lakukan tanpa APBN, melalui kolaborasi dan gotong royong bersama berbagai pihak,” ujar Ara, Rabu (18/3/2026).

Baca juga: Penataan Kawasan Kumuh Menteng Tenggulun Rampung 8 Juni 2026

Penataan meliputi pembangunan jalan sepanjang 300 meter yang dilengkapi fasilitas pendukung, antara lain lima titik parkir motor, tiga titik parkir mobil, empat taman, serta satu unit kamar mandi umum.

Kegiatan ini didukung anggaran sebesar Rp 784 juta yang berasal dari kontribusi pihak swasta, dengan rencana pelaksanaan dimulai pada 26 Maret 2026 dan ditargetkan selesai pada 22 Juni 2026.

Renovasi Rumah Warga

Selain penataan jalan, pemerintah juga akan melakukan renovasi rumah warga melalui skema gotong royong dengan dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Ada 81 rumah dari Astra, serta 50 rumah dari Pak Boy Thohir dan Pak Lenlen. Ini adalah bentuk nyata kolaborasi untuk membantu masyarakat,” jelasnya.

Menurut Ara, penataan jalan menjadi langkah awal untuk mengubah wajah kawasan agar lebih tertata, bersih, dan nyaman, sekaligus meningkatkan mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.

Penataan ini juga merupakan bagian dari rencana pengembangan kawasan Menteng Tenggulun secara menyeluruh, termasuk menjadikannya sebagai pusat kuliner.

“Kita tidak hanya membangun fisik, tapi juga membangun ekosistem ekonomi masyarakat. Menteng Tenggulun kita dorong menjadi kawasan yang tertata dan memiliki nilai ekonomi,” tegasnya.

Kementerian PKP berharap model pembangunan berbasis kolaborasi tanpa APBN ini dapat menjadi contoh dalam penataan kawasan permukiman di berbagai daerah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau