Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Yuk Manfaatkan Mudik Lebaran dengan Berwisata di Benteng Pendem

Kompas.com, 23 Maret 2026, 13:30 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum mudik sebagai kesempatan berwisata bersama keluarga.

Salah satu destinasi yang dapat dikunjungi pemudik adalah Benteng Pendem Ambarawa atau Fort Willem I di Provinsi Jawa Tengah.

Benteng Pendem Ambarawa merupakan kawasan cagar budaya yang telah direvitalisasi oleh Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jawa Tengah.

Kawasan ini kini hadir sebagai destinasi wisata heritage yang lebih tertata, nyaman, dan edukatif, sekaligus tetap menjaga nilai sejarahnya.

Baca juga: Benteng Pendem Ngawi, Contoh Kecanggihan Belanda Merancang Drainase

Menteri PU Dody Hanggodo berharap Benteng Pendem Ambarawa dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan atau edukasi tentang bangunan cagar budaya sekaligus sebagai destinasi wisata bagi masyarakat.

Benteng Pendem Ambarawa berdiri di atas lahan 2,7 hektar dengan luas bangunan sekitar 1 hektar.

"Penataan kawasan dilakukan dengan mengedepankan prinsip pelestarian cagar budaya, termasuk mempertahankan karakter arsitektur khas benteng yang memadukan material bata, besi, dan kayu," ungkap Dody, Minggu (22/3/2026).

Revitalisasi Benteng Pendem

Benteng Pendem, Jawa Tengah.Dok. Kementerian PU Benteng Pendem, Jawa Tengah.

Pekerjaan penataan dilaksanakan mulai Desember 2023 oleh Kementerian PU bersama kontaktor pelaksana PT Waskita Karya dengan nilai kontrak sekitar Rp 156,8 miliar.

Lingkup pekerjaan meliputi revitalisasi bangunan utama, penataan kawasan, pembangunan area parkir seluas 6.429,93 m², serta peningkatan akses jalan seluas 5.873,42 meter persegi untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan akses pengunjung.

Kini kawasan Benteng Pendem Ambarawa tampil lebih tertata dan nyaman, dengan lorong-lorong khas berbahan bata serta ruang-ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan sebagai area edukasi sekaligus spot wisata bagi pengunjung.

Baca juga: Tahap Pertama, Kawasan Benteng Pendem Ambarawa Tuntas Dipersolek

Akses menuju Benteng Pendem Ambarawa cukup mudah dijangkau oleh pemudik. Dari ruas Tol Semarang–Solo, pengunjung dapat keluar melalui Gerbang Tol (GT) Bawen dan melanjutkan perjalanan sekitar 15 menit menuju lokasi.

Dari Kota Semarang, waktu tempuh berkisar 45 menit hingga 1 jam, sementara dari Yogyakarta dapat ditempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam melalui jalur Magelang.

Di sekitar kawasan, pemudik juga dapat mengunjungi destinasi lain seperti Museum Kereta Api Ambarawa dan Monumen Palagan Ambarawa yang menambah pengalaman wisata sejarah di wilayah tersebut.

Kementerian PU berharap keberadaan infrastruktur pariwisata ini mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, sekaligus memberikan pengalaman perjalanan mudik yang lebih berkesan bagi masyarakat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau