Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Waskita Beton Raup Pendapatan Rp 1,57 Triliun, Ini Sumbernya

Kompas.com, 27 Maret 2026, 13:00 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Waskita Beton Precast Tbk atau WSBP membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 1,57 triliun sepanjang 2025, yang ditopang kontribusi dari sejumlah proyek infrastruktur serta tiga lini bisnis utama perseroan.

Berdasarkan kinerja perusahaan, pendapatan tersebut berasal dari segmen Beton Precast, Readymix and Quarry, serta Jasa Konstruksi.

Segmen Beton Precast menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp 740,43 miliar atau sekitar 47,2 persen dari total pendapatan usaha.

Baca juga: Waskita Beton Bayar Utang Tahap Ketujuh, Nilainya Rp 109,22 Miliar

Sementara itu, segmen Readymix and Quarry berkontribusi sebesar Rp 504,65 miliar atau 32,1 persen, dan segmen Jasa Konstruksi menyumbang Rp 324,50 miliar atau sekitar 20,7 persen.

Proyek WSBP Selama 2025

Perolehan pendapatan WSBP juga ditopang oleh keterlibatan perseroan dalam berbagai proyek prioritas nasional.

Ini di antaranya Proyek Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 2, Jalan Tol Ciawi–Sukabumi Seksi 3B, Jalan Tol Serang–Panimbang (Cileles–Panimbang) Fase 2 Paket 3, pembangunan Sekolah Rakyat (SR), serta pembangunan Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Madura tahun anggaran 2025.

Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP Fandy Dewanto mengatakan, perusahaan terus menjaga produktivitas dan kualitas layanan melalui pengelolaan operasional yang lebih efisien.

“WSBP terus berupaya menjaga produktivitas dan kualitas layanan melalui pengelolaan operasional yang lebih efisien dalam rangka mendukung pembangunan infrastruktur tanah air,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Dari sisi profitabilitas, perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp 274,47 miliar dengan Gross Profit Margin (GPM) sebesar 17,5 persen.

Fandy menilai, capaian ini mencerminkan upaya perusahaan dalam menjaga efisiensi operasional serta optimalisasi proses produksi dan pelaksanaan proyek.

Selain itu, WSBP juga mencatatkan penurunan biaya secara signifikan sepanjang 2025. Biaya penjualan turun 27,78 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), sementara biaya umum dan administrasi ditekan hingga 19,66 persen YoY.

Menurut Fandy, langkah efisiensi tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga stabilitas kinerja di tengah dinamika ekonomi global.

Baca juga: Ini Caranya Mempercepat Proses Pengeringan Cor Beton

“WSBP terus mendorong strategi penguatan pasar, efisiensi dan optimalisasi proses bisnis guna menjaga stabilitas kinerja perusahaan dan memastikan keberlanjutan usaha di tengah volatilitas ekonomi global,” tambahnya.

Ke depan, perseroan akan berfokus pada peningkatan produktivitas, optimalisasi aset produksi, serta pelaksanaan proyek dengan skema pendanaan yang sehat.

Fandy menambahkan, WSBP juga menegaskan komitmen dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) serta manajemen risiko yang terukur dalam setiap kegiatan operasional dan proyek.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau