Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Huntap di Tapanuli Utara Dibangun Bertahap, Beres Juni Mendatang

Kompas.com, 27 Maret 2026, 12:00 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menargetkan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana longsor di Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) selesai secara bertahap dan rampung seluruhnya pada Juni 2026.

Percepatan pembangunan ini menjadi fokus utama pemerintah mengingat para korban bencana telah lama menunggu kepastian tempat tinggal yang layak dan aman.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Bencana Nasional Tito Karnavian menegaskan, percepatan harus dilakukan tanpa mengabaikan kualitas bangunan.

Pembangunan huntap tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi antara pemerintah dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Baca juga: Yayasan Buddha Tzu Chi Bangun 1.000 Hunian Tetap Korban Banjir Aceh

Ini merupakan bagian dari upaya penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

Ara menegaskan pembangunan huntap merupakan prioritas pemerintah dan harus dikerjakan secara serius sesuai standar yang telah ditetapkan.

Dia juga meminta pemerintah daerah dan kontraktor meningkatkan pengawasan serta kinerja agar target penyelesaian dapat tercapai.

“Kami ingin pembangunan hunian tetap ini benar-benar selesai dengan baik, tepat waktu, dan berkualitas. Masyarakat korban bencana sudah terlalu lama menunggu kepastian tempat tinggal yang layak,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Penyelesaian Bertahap

Sebagai bagian dari percepatan, pemerintah menetapkan dua tahap penyelesaian.

Tahap pertama sebanyak 68 unit rumah ditargetkan selesai pada 5 Mei 2026 dan akan langsung diserahterimakan kepada masyarakat. Sementara itu, tahap kedua sebanyak 35 unit rumah ditargetkan rampung pada 30 Juni 2026.

Di sisi lain, Tito meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara untuk lebih serius dalam mengawal pembangunan hunian tetap.

Dia menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah dan kontraktor guna mencegah hambatan maupun keterlambatan di lapangan.

Melalui langkah percepatan ini, pemerintah berharap seluruh pembangunan hunian tetap dapat segera diselesaikan.

Sehingga, masyarakat terdampak bencana longsor di Tapanuli Utara dapat kembali tinggal di rumah aman, layak, dan nyaman.

Baca juga: Sebelum Lebaran, Huntap Korban Bencana Sumatera Siap Dihuni

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau