Penulis
KOMPAS.com - Proses pengeringan cor beton (setting beton) merupakan tahap krusial dalam pekerjaan konstruksi.
Untuk diketahui, lama pengeringan cor beton membutuhkan waktu tertentu agar mencapai kekuatan yang cukup sebelum bekisting dibuka atau struktur digunakan. Namun, dalam kondisi tertentu, proses ini perlu dipercepat.
Kebutuhan mempercepat proses pengeringan cor semen biasanya muncul pada proyek dengan tenggat waktu ketat, pekerjaan perbaikan darurat, atau struktur yang harus segera difungsikan.
Lalu, bagaimana cara mempercepat proses pengeringan cor semen tanpa mengorbankan kualitas beton?
Praktisi kontruksi jalan dan jembatan, Riski Wahyudi, menjelaskan salah satu cara paling umum untuk mempercepat proses pengeringan cor semen adalah dengan menggunakan semen tipe khusus yang memang dirancang untuk cepat mengeras.
Baca juga: Plus Minus Jalan Beton Dibanding Aspal Menurut Dosen Teknik Sipil
Jenis semen ini memiliki waktu ikat (setting time) lebih singkat dibandingkan semen Portland biasa. Karena itu, beton bisa mencapai kekuatan awal lebih cepat sehingga bekisting dapat dibuka lebih awal.
"Untuk mempercepat proses setting atau pengeringan beton dapat menggunakan semen tipe khusus," ujar Riski saat dihubungi, Senin (26/1/2026).
Ia melanjutkan, cara lainnya untuk mempercepat proses pengeringan cor beton adalah dengan menambahkan bahan tambahan yang disebut dengan admixture.
Dalam praktik konstruksi, bahan ini sering disebut sebagai "obat beton". Admixture jenis accelerator berfungsi mempercepat proses setting beton sehingga beton lebih cepat mengeras dan memperoleh kekuatan awal.
Baca juga: Ini Sebabnya Jalan Beton Baru Tak Langsung Dibuka Meski Sudah Kering
"Dapat juga menggunakan bahan tambah atau admixture atau juga bisa disebut obat beton untuk mempercepat setting saat dibutuhkan sesuai dengan persetujuan perencana dan pengawas lapangan," ungkap Riski.
Dosen Teknik Sipil Untara ini menjelaskan, penggunaan semen tipe khusus maupun admixture untuk memodifikasi lama pengeringan cor beton wajib mendapatkan persetujuan dari perencana dan pengawas lapangan.
Hal ini penting untuk memastikan bahwa percepatan pengeringan tidak menurunkan mutu beton atau membahayakan kekuatan struktur dalam jangka panjang.
Kesalahan dalam pemilihan material atau dosis bahan tambah justru dapat menyebabkan beton retak, susut berlebihan, atau tidak mencapai kuat tekan yang direncanakan.
Baca juga: Jalan Aspal Vs Beton, Mana Lebih Awet?
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang