Editor
“Inikan langkah positif dan perlu kita dukung. Selain itu sejak awal, Polda Riau tidak pernah meminta bantuan kepada Pemerintah Provinsi Riau maupun Baznas terkait pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi. Ini murni gerakan kolaboratif yang dibangun atas semangat gotong royong dan kebersamaan,” ujar SF Hariyanto, Jumat (20/3/2026).
Baca juga: Hariqo Tegaskan Dana Zakat Baznas Bukan untuk Program Makan Bergizi Gratis
Ia menjelaskan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari implementasi arahan Presiden RI Prabowo Subianto kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Yang dibangun adalah semangat kebersamaan. Ada kontribusi dari dunia usaha melalui CSR, ada partisipasi masyarakat, dan ini menjadi model pembangunan yang sangat positif,” katanya.
Polda Riau menyatakan apresiasi atas niat baik Baznas yang sempat ingin berkontribusi. Kepala Biro Perencanaan Umum dan Anggaran (Karorena) Polda Riau, Kombes Pol Daniel Muharam, menilai langkah tersebut mencerminkan kepedulian sosial yang tinggi.
“Pada prinsipnya, kami sangat mengapresiasi niat baik Baznas Riau. Ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat masih sangat kuat,” ujarnya.
Meski demikian, ia memastikan bahwa pembiayaan pembangunan jembatan telah tercukupi melalui skema lain.
“Pembangunan jembatan ini sejak awal kami dorong melalui pendekatan pentahelix, melibatkan pemerintah, dunia usaha melalui CSR, akademisi, masyarakat, serta media. Alhamdulillah, kebutuhan pembiayaan dapat terpenuhi,” jelasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang