Editor
KOMPAS.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau memutuskan membatalkan rencana kontribusi dana infak untuk pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi setelah menuai sorotan publik.
Keputusan ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian lembaga dalam menjaga kepercayaan masyarakat serta memastikan pengelolaan dana umat tetap transparan dan akuntabel.
Ketua Baznas Riau, Masriadi Hasan, menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan hasil evaluasi menyeluruh atas dinamika yang berkembang.
“Dengan dinamika yang berkembang sekarang, Baznas mengevaluasi kembali keikutsertaan dalam program ini,” ujarnya, Kamis (19/3/2026) dikutip dari RRI.
Baca juga: Tindak Lanjuti Arahan Prabowo, Kapolri Resmikan 57 Jembatan Merah Putih di Sumsel
Sebelumnya, Baznas Riau berencana menyalurkan dana infak sebesar Rp 3 miliar untuk mendukung pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi.
Program ini merupakan bagian dari kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan infrastruktur yang dinilai memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Masriadi menjelaskan, keterlibatan Baznas didasarkan pada pertimbangan untuk membantu masyarakat di wilayah tertinggal, khususnya dalam membuka akses dan meningkatkan aktivitas ekonomi.
“Program ini bertujuan membantu mengentaskan kemiskinan, terutama di daerah terisolir, dengan harapan dapat meningkatkan aktivitas dan perekonomian masyarakat,” katanya.
Baca juga: BAZNAS Tegaskan Dana Zakat, Infak, dan Sedekah Tak Digunakan untuk MBG
Ia juga menegaskan bahwa dana yang dialokasikan berasal dari infak masyarakat yang secara syariat bersifat fleksibel.
“Infak ini dapat digunakan untuk pembangunan fasilitas sosial seperti jembatan, masjid, maupun sarana umum lainnya,” ujarnya.
Namun, setelah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk persepsi publik, Baznas Riau memutuskan untuk tidak melanjutkan kontribusi tersebut.
“Menghindari kerusakan lebih diutamakan daripada mengambil kemaslahatan. Kami tidak ingin mengganggu kepercayaan masyarakat,” ungkap Masriadi.
Baca juga: Baznas Tegaskan Dana Zakat Tidak Boleh untuk Biayai Program MBG, Sebut Beda Sistem
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan 57 Jembatan Merah Putih Presisi di wilayah Sumatera Selatan, Sabtu (7/3/2026). Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan dukungan terhadap langkah Polda Riau yang menginisiasi pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi.
Ia menilai program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan pelayanan publik melalui pembangunan infrastruktur.
Menurutnya, pendekatan kolaboratif yang dilakukan menjadi contoh positif dalam pembangunan tanpa membebani anggaran pemerintah.