Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 18 November 2021, 16:32 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com – Mungkin banyak orang yang berpikir bahwa mengelus adalah cara yang ampuh untuk membangun ikatan dengan kucing.

Faktanya, tidak ada jaminan bahwa hewan berbulu tersebut akan menyukai dan menikmati kontak fisik ini.

Dilansir dari BBC Science Focus Magazine, Dr. Lauren Finka, pakar perilaku kucing dari Nottingham Trent University mengatakan, meski beberapa kucing sangat suka dielus, banyak dari mereka yang justru tidak ingin dielus dengan cara yang biasanya dilakukan manusia.

“Mereka mungkin sangat toleran terhadap belaian karena manfaat yang didapat dari hubungan dengan manusia, seperti makanan, camilan, dan perhatian yang diberikan untuk mereka,” kata Dr. Finka.

Cara mengelus kucing menurut sains

Dilansir dari Live Science, kunci keberhasilan mengelus kucing adalah fokus untuk memberikan sebanyak mungkin kontrol kepada kucing selama interaksi.

Baca juga: 6 Fakta Kucing Bengal, Kucing dengan Insting Predator yang Kuat

Misalnya, pilihan untuk menunjukkan apakah mereka ingin dielus atau tidak dan kontrol di mana kita bisa menyentuhnya.

Sangat penting juga untuk memperhatikan perilaku dan postur kucing selama interaksi untuk memastikan mereka merasa nyaman.

Sebagian besar kucing yang ramah akan senang disentuh di daerah yang terdapat kelenjar wajah, seperti pangkal telinga, bawah dagu, dan sekitar pipi.

Area-area tersebut biasanya lebih disukai dibandingkan area perut, punggung, dan pangkal ekor mereka.

Berikut adalah tanda-tanda kucing menyukai sentuhan dari manusia:

  • Mendengkur dan meremas dengan cakar depan.
  • Menggerakkan ekor dengan lembut dari sisi ke sisi.
  • Postur dan ekspresi wajah tampak santai.
  • Memberi dorongan lembut saat berhenti disentuh.

Baca juga: 5 Fakta Kucing Sphynx, Kucing Tanpa Bulu yang Suka Berteman

Sementara itu, tanda-tanda kucing tidak suka atau tidak nyaman dengan sentuhan manusia adalah:

  • Bergeser atau berpindah tempat.
  • Tetap pasif, tidak mendengkur atau menggosok.
  • Mengedipkan mata secara berlebihan atau menggelengkan kepala.
  • Meronta-ronta atau memukulkan ekor.
  • Telinga mendatar ke samping.
  • Mengigit atau mencakar.

Kucing memang hewan yang sangat menggemaskan, namun penting untuk selalu menghormati batasan mereka, termasuk pada kucing liar.

Jika kucing memberikan tanda-tanda tidak suka saat disentuh, jangan memaksanya karena kucing akan merasa semakin tidak nyaman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau