Penulis
KOMPAS.com - Pernahkah kamu melihat kucing dengan warna mata yang berbeda antara kiri dan kanan? Satu mata biru, sementara yang lain hijau atau kuning. Penampilan ini sering kali membuat kucing terlihat begitu memikat, apalagi jika dipadukan dengan bulu putih yang bersih.
Dalam dunia kucing, kondisi ini dikenal sebagai odd eyes atau heterochromia—sebuah anomali warna mata yang cukup langka, tetapi bukan hal yang mustahil ditemukan. Menariknya, fenomena ini paling sering muncul pada kucing berwarna putih, meskipun sesekali juga dijumpai pada kucing dengan pola warna lain.
Baca juga: Mengapa Mata Kucing Bersinar di Kegelapan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Mata kucing bukan hanya indah, tetapi juga dirancang secara biologis untuk mendukung kemampuan berburu di malam hari. Sebagai hewan nokturnal, kucing memiliki ukuran mata yang relatif besar dibandingkan kepalanya, memungkinkan mereka menangkap cahaya dengan lebih efisien.
Tak heran jika warna mata kucing menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencinta kucing. Mulai dari biru, hijau, kuning, hingga cokelat—semua hadir dalam gradasi yang memikat.
Menurut Prof Ronny Rachman Noor, Guru Besar Genetika dan Pemuliaan Ternak dari IPB, faktor utama di balik warna mata ini adalah gen.
“Warna mata ini memang dikontrol oleh gen sehingga menurun. Oleh sebab itu, melalui pengaturan perkawinannya kita dapat menghasilkan kucing dengan warna mata yang diinginkan,” ujarnya seperti dikutip IPB University.
Artinya, warna mata bukan kebetulan semata. Para breeder bahkan dapat “merancang” warna mata tertentu melalui proses seleksi genetik. Contohnya, kucing Siam dikenal memiliki mata biru sebagai standar rasnya.
Baca juga: Apakah Mata Kucing Bisa Melihat di Tempat Gelap?
Bagian mata yang berwarna disebut iris, dan warna ini ditentukan oleh pigmen yang dihasilkan oleh sel khusus bernama melanosit.
Jika tidak ada melanosit, maka mata akan berwarna biru. Jika jumlah melanosit rendah, mata akan berwarna kehijauan, namun jika jumlahnya tinggi warna mata menjadi kuning, orange, hingga cokelat.
Selain jumlah, intensitas aktivitas melanosit juga memengaruhi terang atau gelapnya warna mata. Semakin aktif, warna akan semakin pekat.
Yang menarik, proses ini tidak dikendalikan oleh satu gen saja, melainkan oleh banyak gen (polygenes). Inilah yang membuat variasi warna mata kucing begitu kaya—dan bisa “diatur” melalui pembiakan selektif.
Baca juga: Mata Kucing Tampak Aneh dan Seram? Begini Penjelasan Sains
Fenomena odd eyes umumnya terjadi karena gangguan dalam proses perkembangan embrio. Dalam kondisi normal, sel punca (stem cells) bermigrasi ke berbagai bagian tubuh untuk membentuk jaringan, termasuk melanosit di mata.
Namun, dalam beberapa kasus Mmelanosit gagal mencapai salah satu mata dan akibatnya, satu mata memiliki pigmen (hijau/cokelat), sementara mata lainnya tidak memiliki pigmen (biru).
Dengan kata lain, mata biru pada odd eyes muncul karena tidak adanya melanosit, sedangkan warna lainnya tergantung pada jumlah melanosit yang berhasil berkembang.
Kondisi ini paling sering terjadi pada kucing putih polos atau kucing dengan pola putih (white spotted).