Penulis
KOMPAS.com - Di perairan dingin yang dihantam ombak di selatan Chile, para ilmuwan menemukan sesuatu yang mengejutkan: spesies baru bebek dari genus Tachyeres, kelompok unggas air yang dikenal agresif dan unik karena sebagian besar tidak bisa terbang.
Genus Tachyeres sendiri merupakan kelompok kecil dalam keluarga Anatidae—keluarga yang sama dengan bebek pada umumnya. Namun, berbeda dari kebanyakan kerabatnya, bebek-bebek ini memiliki cara bergerak yang tidak biasa.
Alih-alih terbang, mereka “mengayuh” di permukaan air dengan mengepakkan sayap seperti dayung. Perilaku inilah yang membuat mereka dijuluki steamer duck atau bebek pengayuh.
Tak hanya unik secara fisik, burung ini juga terkenal sangat teritorial dan agresif. Mereka tidak segan mempertahankan wilayahnya dengan kekerasan dari burung lain.
Baca juga: Bagaimana Cara Bebek atau Itik Tidur?
Selama bertahun-tahun, ilmuwan mengalami kesulitan dalam mengklasifikasikan spesies dalam genus ini. Alasannya, ciri-ciri yang selama ini digunakan ternyata tidak selalu konsisten.
Dalam satu populasi Tachyeres, misalnya, bisa ditemukan individu yang bisa terbang dan yang tidak bisa terbang. Hal ini membuat batas antarspesies menjadi kabur.
“Sejarah alami Tachyeres dipenuhi dengan kepastian dan kesalahan yang saling bercampur seiring waktu,” tulis ahli burung Argentina, Bernabé López-Lanús dan Mariano Costa dalam penelitian mereka.
Kondisi ini mendorong para peneliti untuk mencari pendekatan baru dalam mengidentifikasi spesies.
Baca juga: 10 Fakta tentang Bebek, dari Jenis sampai Keunikan Bulu Bebek yang Tahan Air
Alih-alih mengandalkan ciri fisik, para ilmuwan beralih ke bioakustik—ilmu yang mempelajari suara makhluk hidup.
Mereka menganalisis berbagai vokalisasi dari semua spesies steamer duck yang telah dikenal, menggunakan rekaman lapangan, database audio, serta analisis spektrogram.
Hasilnya cukup mengejutkan.
Beberapa jenis suara, seperti bunyi “ketukan cepat” yang digunakan saat mempertahankan wilayah, ternyata mirip di berbagai spesies. Namun ada satu jenis suara yang menjadi pembeda utama: rasping grunt atau dengusan kasar.
“Panggilan ini biasanya diucapkan secara terpisah, atau sebelum vokalisasi deklarasi teritorial,” jelas para peneliti.
Lebih dari sekadar fungsi komunikasi, pola suara ini memiliki struktur akustik yang khas untuk tiap spesies.
Baca juga: Kenapa Bebek Tidak Basah Saat Berenang di Air?
Dari analisis tersebut, ilmuwan akhirnya mengidentifikasi spesies baru yang diberi nama Chiloe steamer duck (Tachyeres ketru).