Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Spesies Bebek Baru Ditemukan di Chile, Terungkap dari Suara yang Unik

Kompas.com, 26 Maret 2026, 13:25 WIB
Wisnubrata

Penulis

Sumber Sci News

KOMPAS.com - Di perairan dingin yang dihantam ombak di selatan Chile, para ilmuwan menemukan sesuatu yang mengejutkan: spesies baru bebek dari genus Tachyeres, kelompok unggas air yang dikenal agresif dan unik karena sebagian besar tidak bisa terbang.

Genus Tachyeres sendiri merupakan kelompok kecil dalam keluarga Anatidae—keluarga yang sama dengan bebek pada umumnya. Namun, berbeda dari kebanyakan kerabatnya, bebek-bebek ini memiliki cara bergerak yang tidak biasa.

Alih-alih terbang, mereka “mengayuh” di permukaan air dengan mengepakkan sayap seperti dayung. Perilaku inilah yang membuat mereka dijuluki steamer duck atau bebek pengayuh.

Tak hanya unik secara fisik, burung ini juga terkenal sangat teritorial dan agresif. Mereka tidak segan mempertahankan wilayahnya dengan kekerasan dari burung lain.

Baca juga: Bagaimana Cara Bebek atau Itik Tidur?

Sejarah yang Penuh Kebingungan

Selama bertahun-tahun, ilmuwan mengalami kesulitan dalam mengklasifikasikan spesies dalam genus ini. Alasannya, ciri-ciri yang selama ini digunakan ternyata tidak selalu konsisten.

Dalam satu populasi Tachyeres, misalnya, bisa ditemukan individu yang bisa terbang dan yang tidak bisa terbang. Hal ini membuat batas antarspesies menjadi kabur.

“Sejarah alami Tachyeres dipenuhi dengan kepastian dan kesalahan yang saling bercampur seiring waktu,” tulis ahli burung Argentina, Bernabé López-Lanús dan Mariano Costa dalam penelitian mereka.

Kondisi ini mendorong para peneliti untuk mencari pendekatan baru dalam mengidentifikasi spesies.

Baca juga: 10 Fakta tentang Bebek, dari Jenis sampai Keunikan Bulu Bebek yang Tahan Air

Suara Jadi Kunci Penemuan

Alih-alih mengandalkan ciri fisik, para ilmuwan beralih ke bioakustik—ilmu yang mempelajari suara makhluk hidup.

Mereka menganalisis berbagai vokalisasi dari semua spesies steamer duck yang telah dikenal, menggunakan rekaman lapangan, database audio, serta analisis spektrogram.

Hasilnya cukup mengejutkan.

Beberapa jenis suara, seperti bunyi “ketukan cepat” yang digunakan saat mempertahankan wilayah, ternyata mirip di berbagai spesies. Namun ada satu jenis suara yang menjadi pembeda utama: rasping grunt atau dengusan kasar.

“Panggilan ini biasanya diucapkan secara terpisah, atau sebelum vokalisasi deklarasi teritorial,” jelas para peneliti.

Lebih dari sekadar fungsi komunikasi, pola suara ini memiliki struktur akustik yang khas untuk tiap spesies.

Baca juga: Kenapa Bebek Tidak Basah Saat Berenang di Air?

Bebek Baru dari Chiloé

Dari analisis tersebut, ilmuwan akhirnya mengidentifikasi spesies baru yang diberi nama Chiloe steamer duck (Tachyeres ketru).

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau