Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 28 November 2021, 19:15 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com – Beberapa hewan menggunakan suaranya yang sangat keras untuk mencari mangsa, mempertahankan wilayah, dan menarik perhatian pasangan.

Gendang telinga manusia akan pecah dengan suara yang frekuensinya sekitar 200 db. Sementara itu, banyak hewan yang frekuensi suaranya hampir bahkan lebih dari itu.

Dilansir dari A-Z Animals, berikut adalah daftar 5 hewan yang memiliki suara terkeras di Bumi:

1. Monyet howler (140 db)

Jeritan monyet howler jantan dapat mencapai hingga 140 db. Kerasnya suara monyet ini bergantung pada beberapa faktor.

Pertama, jeritan akan terdengan lebih keras di lingkungan yang menggemakan suara. Kedua, jika ada betina yang tertarik, monyet howler jantan akan semakin mengeraskan suaranya.

Ketiga, jantan akan berusaha beteriak sekeras mungkin saat bersaing dengan jantan lain. Keempat, teriakan jantan yang sangat keras bertujuan untuk menarik perhatian betina.

Baca juga: Suara Terkeras di Dunia, Ternyata Terjadi di Indonesia

2. Kelelawar bulldog (140 db)

Kelelawar bulldog yang tinggal di Meksiko, Argentina, dan beberapa pulau di Karibia memiliki jeritan yang 100 kali lebih keras daripada musik rock.

Kelelawar bulldog yang besar memiliki suara tertinggi, namun ia tidak dapat terbang dengan baik di udara seperti spesies kelelawar lainnya.

3. Paus biru (188 db)

Paus biru adalah salah hewan paling besar di Bumi, jadi tidak mengherankan jika ia memiliki salah satu suara paling keras di dunia.

Suara paus biru memiliki frekuensi yang sama dengan mesin kapal, sonar aktif frekuensi rendah, dan eksplorasi seismik air gun array.

4. Udang mantis (200 db)

Udang mantis yang hidup di laut tropis dan beriklim sedang memiliki cakar unik yang dapat tertutup dengan sangat cepat saat mereka menangkap mangsa.

Baca juga: Kucing Lacak Lokasi Pemiliknya Hanya dari Suara

Saat cakar tersebut terbentuk, terdapat suara letupan yang keras dari gelembung air yang terbentuk. Frekuensi suara tersebut bisa mencapai 200 db.

Suara yang sangat keras tersebut akan menakuti mangsa udang mantis sehingga memberikan waktu untuk udang tersebut melahap mangsanya.

5. Paus sperma (233 db)

Paus sperma adalah paus bergigi terbesar di Bumi dengan otak yang ukurannya juga paling besar daripada hewan-hewan lain.

Paus sperma mampu menghasilkan suara yang bisa mencapai 233 db. Mereka dapat mengeluarkan setidaknya tiga jenis suara yang berbeda, yang salah satunya digunakan sebagai jenis sonar jarak jauh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau