Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 14 Desember 2021, 21:00 WIB
Nadia Faradiba

Penulis

KOMPAS.com - Mata manusia memiliki warna yang berbeda-beda. Contohnya orang Asia umumnya memiliki mata berwarna hitam atau coklat, sedangkan orang Eropa dan Amerika umum memiliki warna mata biru. Mengapa demikian?

Penyebab warna mata berbeda

Bagian mata yang membuat warna mata berbeda adalah iris. Warna iris ditentukan dari kehadiran pigmen melanin. Semakin tinggi kadar melanin pada iris, maka warna matanya akan semakin gelap. Begitu pula sebaliknya, mata berwarna biru, hijau, dan abu-abu hanya memiliki sedikit melanin.

Para ahli menyebutkan bahwa ketika dilahirkan, semua bayi memiliki warna mata coklat. Namun, warna tersebut akan berubah hingga bayi berusia 6 bulan.

Bahkan para ahli percaya bahwa dahulu, semua manusia memiliki warna mata coklat sampai sekitar 10.000 tahun yang lalu. Setelah itu terjadi mutasi sehingga manusia bisa memiliki warna mata yang berbeda-beda.

Warna mata secara umum dapat dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu genetik, penyakit, dan trauma. Genetik yang dimaksud berkaitan dengan ras.

Orang Asia cenderung memiliki kulit lebih gelap dari orang ras Kaukasia. Melanin yang terdapat pada iris sama dengan melanin yang berada di kulit dan orang Asia lebih banyak memiliki melanin daripada ras Kaukasia. Oleh karena itu, Orang Asia lebih mungkin memiliki warna mata yang gelap daripada orang Kaukasia.

Baca juga: Warna Mata Paling Langka di Dunia

Fungsi warna mata berbeda

Warna mata yang berbeda karena mengandung melanin ternyata bukan hanya untuk memberi warna. Melanin pada iris berfungsi sebagai perlindungan utama dari sinar ultraviolet agar tidak merusak bagian dalam mata.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau