Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apakah Daging Sapi dan Daging Kambing Bisa Bikin Hipertensi? Ini Kata Dokter

Kompas.com, 9 Juli 2022, 09:02 WIB
Mela Arnani,
Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Hari ini, Sabtu (9/7/2022), umat muslim merayakan Hari Raya Idul Adha dan perayaan ini dilakukan dengan menyembelih hewan kurban. Momen ini pun kemudian dimanfaatkan untuk mengolah daging kurban, baik daging sapi maupun kambing untuk disantap bersama. 

Sementara itu, berbagai macam olahan dari daging sapi dan kambing tentunya akan tersaji, dari sate, tengkleng, rendang, dan lainnya.

Daging sapi maupun daging kambing yang dimasak beraneka ragam tersebut memang menggiurkan selera makan, tapi ada ketakutan tertentu bagi masyarakat yang dikaitkan dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Benarkah daging kambing atau sapi membuat darah tinggi?

Terkait daging kurban, baik daging sapi maupun kambing di momen Idul Adha 2022 ini, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal-Hipertensi dr Tunggul Situmorang, SpPD-KGH menegaskan, tidak ada satu daging pun yang menyebabkan hipertensi.

Menurutnya, lebih dari 90 persen penyebab utama hipertensi adalah faktor genetik atau keturunan. Kondisi ini dikategorikan sebagai hipertensi primer atau essential hypertension.

Baca juga: Memahami Kandungan Nutrisi Daging Kambing dan Daging Sapi

“Di semua buku hipertensi yang pernah saya baca, tidak ada satu statement pun yang menyatakan daging (daging sapi atau kambing) sebagai penyebab hipertensi,” kata Tunggul seperti dikutip Kompas.com, Sabtu (9/7/2022).

Tunggul menambahkan bahwa terkait dengan asupan makanan, hipertensi dikaitkan dengan jumlah asupan garam yang masuk dalam tubuh.

“Konsumsi garam meningkat, hipertensi meningkat,” tutur dia.

Sehingga, kemungkinan persepsi yang salah terkait daging dan kaitannya dengan hipertensi adalah mengenai kandungan garam dan/atau risiko kandungan lemak atau kolesterolnya.

Naiknya kolesterol, lanjut dia, menjadi risiko tambahan yang nilainya berlipat bisa meningkatkan risiko serangan kardiovaskultas seperti serangan jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan, dan lain-lain.

Seperti diberitakan Kompas.com, 18 Februari 2020, tidak sepenuhnya daging kambing sebabkan hipertensi.

Baca juga: Daging Kambing atau Sapi, Mana yang Lebih Sehat Menurut Dokter?

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau