Editor
KOMPAS.com - Tugas menyimak video dalam pelajaran Bahasa Indonesia kelas 9 sering membuat siswa bingung, terutama saat harus menjawab pertanyaan berbasis pemahaman isi video secara mendalam.
Salah satu materi yang dibahas adalah kisah Vito Egi, remaja berprestasi dari Surabaya yang aktif melestarikan seni budaya Jawa melalui karawitan dan tembang tradisional.
Kunci jawaban ini disusun lengkap dan runtut untuk membantu memahami isi video sekaligus mempermudah dalam menjawab soal dengan tepat.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 5 Halaman 172 Kurikulum Merdeka, Bergerak Bersama
Menyinak, Mencatat, dan Menjawab Pertanyaan tentang Video secara Mandiri
(Teks untuk dibacakan guru jika tidak ada akses internet atau pemutar video)
Vito Egi, Peserta Didik Berprestasi Penjaga Tradisi Seni Budaya Jawa
Vito Egi Nandriansyah menyusuri lorong sekolahnya, SMPN 3 Surabaya. Pelajar kelahiran 26 Januari 2003 itu termasuk peserta didik istimewa di sekolahnya.
Tepat 23 Juli, Vito mendapat penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Bersama empat peserta didik lainnya, Vito terpilih sebagai pemenang Tunas Muda Pemimpin Indonesia (TMPI) kategori SMP.
"Alhamdulillah, senang rasanya bisa mendapat penghargaan itu," terangnya.
Peserta didik yang mengikuti kompetisi TMPI harus mengirimkan beberapa berkas persyaratan. Salah satunya membuat karya tulis tentang kondisi lingkungan dan apa yang telah diperbuat peserta.
"Nah, saat mengirim karya tulis itu, saya membawa tema tentang pelestarian tradisi, khususnya seni karawitan (alat musik tradisional) dan tetembangan (menyanyikan lagu-lagu tradisional)," jelasnya.
Peserta didik kelas sembilan itu memang sudah akrab dengan kesenian tersebut sejak kecil. Sejak duduk di bangku TK. Itu berawal dari kebiasaan kakeknya yang memutar lagu-lagu campursari.
Setelah terbiasa mendengarkan alunan lagu campursari, Vito mulai menjajal kemampuan berolah vokal saat duduk di bangku kelas empat SD. Saat itu, dia memilih bergabung dalam ekstrakurikuler tetembangan di sekolahnya.
Baca juga: 40 Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Kelas 9 dan Kunci Jawaban, Latihan Ujian 2026
Nyaman dengan kesenian tersebut. Vito memberanikan diri mengikuti kompetisi tetembangan antarpelajar se-Surabaya. Lomba yang pertama dia ikuti itu langsung mengantarkannya menjadi juara 1.
Penghargaan sebagai juara I tingkat kota itu membuat Vito makin bersemangat. Dia berlatih setiap hari untuk mengolah vokalnya. Beberapa pekan setelah lomba, dia mendapat tawaran untuk bergabung di grup karawitan Mekar Sari. Dia berposisi sebagai vokalis.
Selain berlatih vokal. Vito berusaha keras agar bisa memainkan berbagai alat musik tradisional. Khususnya, alat musik yang ada pada kesenian tradisional karawitan. Misalnya, demung, saron, bonang, hingga gong.
Keteguhan Vito belajar seni tradisi tersebut dilakukan lantaran prihatin melihat kondisi kesenian tradisional yang terus tergerus zaman. Terutama pada generasi muda yang terlihat tak acuh untuk melestarikannya.
Vito juga bersemangat mengajak teman-temannya untuk ikut belajar karawitan di sekolah.
Untuk menarik minat teman sebayanya itu, dia tidak segan memberi banyak "bumbu" tentang manfaat belajar kesenian karawitan. Misalnya, melatih saraf motorik, keseimbangan otak kanan dan kiri, hingga bisa mendapatkan berbagai prestasi.
Usaha tersebut ternyata berhasil. Pelan tapi pasti, makin banyak peserta didik yang ikut dalam ekstrakurikuler karawitan. Peserta didik yang sebelumnya tak acuh mulai tertarik pada kesenian yang sering dia promosikan itu. "Sekarang tambah ramai yang ikut ekstrakurikuler karawitan," jelasnya.
Keuletan Vito mengajak seluruh teman untuk mencintai seni tradisi itu punya tujuan. Dia tidak ingin generasi muda tercabut dari akar budayanya. Menurut dia, generasi unggul adalah generasi yang mampu bersaing pada zamannya sekaligus menjaga budaya leluhurnya.
Selain di lingkungan sekolah, pengenalan kesenian tradisional tersebut dilakukan Vito di sejumlah event. Misalnya, dengan tampil di kondangan pernikahan. Bersama grup SPEGA Laras SMPN 3, Vito bersama teman-temannya telah berkeliling ke beberapa kampung untuk menghibur para tamu undangan.
Baca juga: 55 Contoh Soal TKA Bahasa Indonesia SD Kelas 6 dan Kunci Jawaban untuk Latihan Ujian 2026
Vito sangat bersemangat menjalaninya. Dengan eksis di acara yang dihadiri banyak kalangan itu, dia ingin menunjukkan bahwa generasi muda saat ini masih tetap setia menjaga sení tradisi, bahkan tidak malu tur dari kampung ke kampung.
"Agar banyak orang yang tahu bahwa pemain campursari itu tidak harus orang yang telah berusia lanjut saja, tetapi juga ada yang masih muda dan segar," katanya.
(Dikutip dari Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas IX)
Setelah menyimak video dan mencatat, jawablah pertanyaan secara mandiri. Tuliskan jawaban kalian di buku tulis.
Baca juga: 35 Soal TKA SD Kelas 6 Bahasa Indonesia 2026 Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Catatan: Kunci jawaban ini disajikan sebagai panduan bagi orangtua dalam mendampingi proses belajar siswa di rumah. Siswa disarankan mengerjakan secara mandiri terlebih dahulu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang