KOMPAS.com - Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, memastikan dua lifter nasional, Rizki Juniansyah dan Rahmat Erwin Abdullah, bakal bertanding di kelas berbeda untuk memperbesar peluang masing-masing merebut emas di Olimpiade Los Angeles 2028.
Indonesia memiliki dua lifter nasional yang menjadi andalan meraih prestasi di ajang internasional, yakni Rizki Juniansyah dan Rahmat Erwin Abdullah.
Sayang, keduanya kerap bersaing di kelas sama, yakni 73 kg dan 79 kg putra.
Hal ini terjadi contohnya di Piala Dunia IWF (Federasi Angkat Besi Internasional) 2024 di Phuket, Thailand.
Pada ajang tersebut, Rizki dan Rahmat sama-sama bersaing di kelas 73 kg dan Rizki memastikan kemenangan yang membuatnya lolos ke Olimpiade Paris 2024.
Indonesia hanya bisa meloloskan Rizki lantaran aturan Olimpiade hanya memperbolehkan satu negara diwakili oleh satu atlet di kelas sama.
Baca juga: SEA Games 2025: Mikhayla Shanum Caya, Atlet Masa Depan Skateboard Indonesia
Rizki pun melengkapi pencapaiannya dengan meraih medali emas Olimpiade Paris 2024 yang merupakan emas pertama angkat besi Indonesia di ajang Olimpiade.
Setelahnya, Rizki dan Rahmat masih bertarung di kelas sama seperti pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2025 di mana mereka tampil bersama di kelas 79 kg putra.
Lifter Indonesia Rizki Juniansyah memberi hormat saat upacara pengibaran bendera juara kelas 73 kg putra Olimpiade Paris 2024 di South Paris Arena, Paris, Prancis, Kamis (8/8/2024). Rizki meraih medali emas setelah berhasil meraih total angkatan 354 kilogram sehingga menduduki peringkat pertama dari 12 lifter yang turut serta dalam nomor tersebut. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/app/nym.Situasi tersebut dirasa mengurangi peluang Indonesia untuk mendulang medali emas lebih banyak dari ajang bergengsi lantaran kedua atlet terbaiknya bersaing di kelas yang sama.
Situasi tersebut membuat NOC Indonesia bergerak melakukan diplomasi untuk memecah nomor tanding bagi kedua atlet yang bernaung di bawah Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Indonesia (PB PABSI) itu.
Oktohari mengungkapkan upaya diplomasi tersebut disambut baik oleh Federasi Internasional Angkat Besi (IWF).
Kini, keduanya berpotensi untuk tampil di Olimpiade LA 2028 setelah dipastikan tampil di kelas berbeda.
"Secara khusus, saya ingin menyoroti dua atlet angkat besi karena NOC Indonesia telah berhasil melakukan diplomasi dengan federasi internasional angkat besi untuk memecah nomor dari jagoan kita, Rizki dan Rahmat," kata Okto kepada wartawan dalam konferensi pers di Kantor NOC Indonesia, Jakarta, Rabu (24/12/2025)
"Untuk diketahui, hasil dari diplomasi tersebut adalah pada Olimpiade Los Angeles 2028 nanti, Rizki dan Rahmat tidak lagi berada di kelas yang sama, melainkan akan bertanding di nomor 75 kg dan 85 kg," ungkap dia.
Hal tersebut, diharapkan Oktohari, bisa memperbesar peluang Indonesia membawa pulang dua medali emas dari angkat besi di Olimpiade LA 2028.
"Jika di SEA Games kemarin Rizki meraih emas di nomor 79 kg, dan Rahmat di kelas 88 kg juga meraih emas, Insya Allah nanti pada 2028 di kelas 75 kg mudah-mudahan Rizki kembali meraih emas, dan Rahmat meraih emas di kelas 85 kg," tutur Oktohari.
Baca juga: SEA Games 2025: Kemenpora Bakal Hukum Cabor yang Gagal Capai Target, Termasuk Sepak Bola
"Ini luar biasa karena di SEA Games kemarin saja Rizki bisa pecah rekor dunia. Nah, ini menjadi semangat kita untuk menatap Olimpiade 2028," tambahnya.
Tetapi, sebelum itu, Oktohari mengingatkan masih ada Asian Games 2026 yang akan berlangsung mulai September tahun depan.
"Asian Games 2026 sudah kurang dari satu tahun pada September 2026. Dari sana kita bisa mengukur ulang, dari para atlet ini yang berprestasi di SEA Games, kita lihat lagi supaya mereka bisa kita pastikan untuk terus terjaga sampai Olimpiade 2028," ungkap Oktohari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang