Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Buah Diplomasi KOI, Rizki Juniansyah dan Rahmat Erwin Berpotensi Raih Emas di Olimpiade 2028

Kompas.com, 24 Desember 2025, 17:09 WIB
Pratama Yudha,
Firzie A. Idris

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, memastikan dua lifter nasional, Rizki Juniansyah dan Rahmat Erwin Abdullah, bakal bertanding di kelas berbeda untuk memperbesar peluang masing-masing merebut emas di Olimpiade Los Angeles 2028.

Indonesia memiliki dua lifter nasional yang menjadi andalan meraih prestasi di ajang internasional, yakni Rizki Juniansyah dan Rahmat Erwin Abdullah.

Sayang, keduanya kerap bersaing di kelas sama, yakni 73 kg dan 79 kg putra.

Hal ini terjadi contohnya di Piala Dunia IWF (Federasi Angkat Besi Internasional) 2024 di Phuket, Thailand.

Pada ajang tersebut, Rizki dan Rahmat sama-sama bersaing di kelas 73 kg dan Rizki memastikan kemenangan yang membuatnya lolos ke Olimpiade Paris 2024.

Indonesia hanya bisa meloloskan Rizki lantaran aturan Olimpiade  hanya memperbolehkan satu negara diwakili oleh satu atlet di kelas sama.

Baca juga: SEA Games 2025: Mikhayla Shanum Caya, Atlet Masa Depan Skateboard Indonesia

Emas Olimpiade Rizki pada 2024

Rizki pun melengkapi pencapaiannya dengan meraih medali emas Olimpiade Paris 2024 yang merupakan emas pertama angkat besi Indonesia di ajang Olimpiade.

Setelahnya, Rizki dan Rahmat masih bertarung di kelas sama seperti pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2025 di mana mereka tampil bersama di kelas 79 kg putra.

Lifter Indonesia Rizki Juniansyah memberi hormat saat upacara pengibaran bendera juara kelas 73 kg putra Olimpiade Paris 2024 di South Paris Arena, Paris, Prancis, Kamis (8/8/2024). Rizki meraih medali emas setelah berhasil meraih total angkatan 354 kilogram sehingga menduduki peringkat pertama dari 12 lifter yang turut serta dalam nomor tersebut. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/app/nym.WAHY PUTRO A/ANTARA FOTO Lifter Indonesia Rizki Juniansyah memberi hormat saat upacara pengibaran bendera juara kelas 73 kg putra Olimpiade Paris 2024 di South Paris Arena, Paris, Prancis, Kamis (8/8/2024). Rizki meraih medali emas setelah berhasil meraih total angkatan 354 kilogram sehingga menduduki peringkat pertama dari 12 lifter yang turut serta dalam nomor tersebut. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/app/nym.

Situasi tersebut dirasa mengurangi peluang Indonesia untuk mendulang medali emas lebih banyak dari ajang bergengsi lantaran kedua atlet terbaiknya bersaing di kelas yang sama.

Situasi tersebut membuat NOC Indonesia bergerak melakukan diplomasi untuk memecah nomor tanding bagi kedua atlet yang bernaung di bawah Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Indonesia (PB PABSI) itu.

Oktohari mengungkapkan upaya diplomasi tersebut disambut baik oleh Federasi Internasional Angkat Besi (IWF).

Pastikan Tampil di Kelas Berbeda

Kini, keduanya berpotensi untuk tampil di Olimpiade LA 2028 setelah dipastikan tampil di kelas berbeda.

Baca juga: Kisah Perjuangan Srikandi Olahraga Indonesia di SEA Games 2025: Mulai dari Hamil hingga Pecah Telur Emas

"Secara khusus, saya ingin menyoroti dua atlet angkat besi karena NOC Indonesia telah berhasil melakukan diplomasi dengan federasi internasional angkat besi untuk memecah nomor dari jagoan kita, Rizki dan Rahmat," kata Okto kepada wartawan dalam konferensi pers di Kantor NOC Indonesia, Jakarta, Rabu (24/12/2025)

"Untuk diketahui, hasil dari diplomasi tersebut adalah pada Olimpiade Los Angeles 2028 nanti, Rizki dan Rahmat tidak lagi berada di kelas yang sama, melainkan akan bertanding di nomor 75 kg dan 85 kg," ungkap dia.

Perbesar Peluang Medali

Hal tersebut, diharapkan Oktohari, bisa memperbesar peluang Indonesia membawa pulang dua medali emas dari angkat besi di Olimpiade LA 2028.

"Jika di SEA Games kemarin Rizki meraih emas di nomor 79 kg, dan Rahmat di kelas 88 kg juga meraih emas, Insya Allah nanti pada 2028 di kelas 75 kg mudah-mudahan Rizki kembali meraih emas, dan Rahmat meraih emas di kelas 85 kg," tutur Oktohari.

Baca juga: SEA Games 2025: Kemenpora Bakal Hukum Cabor yang Gagal Capai Target, Termasuk Sepak Bola

"Ini luar biasa karena di SEA Games kemarin saja Rizki bisa pecah rekor dunia. Nah, ini menjadi semangat kita untuk menatap Olimpiade 2028," tambahnya.

Tetapi, sebelum itu, Oktohari mengingatkan masih ada Asian Games 2026 yang akan berlangsung mulai September tahun depan.

"Asian Games 2026 sudah kurang dari satu tahun pada September 2026. Dari sana kita bisa mengukur ulang, dari para atlet ini yang berprestasi di SEA Games, kita lihat lagi supaya mereka bisa kita pastikan untuk terus terjaga sampai Olimpiade 2028," ungkap Oktohari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau