KOMPAS.com - Konsumsi buah sirsak dan air rebusan daunnya dipercaya membantu mengatasi beberapa masalah kesehatan.
Di media sosial, sirsak ramai menjadi perbincangan karena diklaim sebagai natural cancer killer atau pembunuh kanker alami.
Akun TikTok @dr.e*** pada Senin (19/8/2024) mengungkapkan, mengonsumsi buah dan daun sirsak 10.000 kali lebih kuat daripada kemoterapi, pengobatan untuk membunuh sel kanker.
"The natural cancer killer. 10.000 times stronger than chemo," tulis pengunggah.
Lantas, bagaimana faktanya?
Baca juga: 7 Khasiat Daun Sirsak, Redakan Gejala Asam Urat dan Diabetes
Guru Besar Bidang Ilmu Bahan Alam Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) Abdul Munim mengatakan, manfaat buah dan daun sirsak untuk antikanker masih berdasarkan pada penggunaan tradisional atau empiris.
"Belum ada penelitian yang mendukung klaim tersebut," ujarnya, saat dihubungi Kompas.com, Senin (30/9/2024).
Munim mengatakan, kandungan pada sirsak yang saat ini sudah diteliti adalah kelompok senyawa acetogenin.
Namun, penelitian tersebut juga masih bersifat awal melalui uji in vitro atau pengujian di luar tubuh makhluk hidup.
Menurut Munim, pengujian ekstrak sirsak sebagai suplementasi pengobatan kemoterapi masih memiliki efek tidak nyata. Bahkan, yang diteliti merupakan efek sampingnya.
Baca juga: Jarang Diketahui, Berikut 5 Manfaat Air Rebusan Daun Sirsak untuk Kesehatan
Data keamanan pun masih terbatas, sehingga memerlukan pengujian lebih lanjut.
Kendati demikian, Munim mengungkapkan, mengonsumsi bagian buah sirsak umumnya akan untuk manusia.
"Masih tanda tanya daun dan biji, karena ada beberapa laporan efek yang tidak diinginkan dari acetogenin," paparnya.
Dia melanjutkan, daun dan biji sirsak yang diekstrak harus diuji secara keseluruhan.
Keamanan produk yang sudah banyak dijumpai di pasaran itu pun tergantung konsentrasi masing-masing.