Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BMKG Beri Peringatan 18 Wilayah Pesisir Berisiko Banjir Rob pada 20–30 November 2025

Kompas.com, 20 November 2025, 07:00 WIB
Alicia Diahwahyuningtyas,
Resa Eka Ayu Sartika

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis daftar wilayah yang berpotensi dilanda banjir rob (pesisir) pada 20-30 November 2025.

Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa potensi banjir rob ini dipicu oleh fenomena fase Bulan baru yang terjadi pada Kamis (20/11/2025).

"Adanya fenomena fase Bulan baru berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum," ujar Eko kepada Kompas.com, Rabu (19/11/2025).

Meski demikian, potensi lokasi dan waktu kejadiannya dapat berbeda-beda di setiap wilayah.

Lantas, mana saja wilayah yang berpotensi dilanda banjir rob pada 20-30 November 2025?

Baca juga: Ramai soal Citra Radar Cuaca di Jogja Mirip Payung “Berlubang”, Ini Kata BMKG


Potensi banjir rob 20-30 November 2025

Lebih lanjut, Eko mengatakan, berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir rob berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia.

Berikut lokasi dan waktu potensi terjadinya rob:

1. Pesisir Aceh

Banjir rob berpotensi terjadi di wilayah berikut:

  • Pesisir Kota Meulaboh (19-25 November 2025)
  • Pesisir Tapaktuan (19-25 November 2025)
  • Pesisir Kota Bireun (19-25 November 2025)
  • Pesisir Lhokseumawe (19-25 November 2025)

2. Pesisir Sumatera Utara

Banjir rob berpotensi terjadi di wilayah berikut:

  • Pesisir Medan Belawan (19-24 November 2025)
  • Pesisir Medan Labuhan (19-24 November 2025)
  • Pesisir Medan Marelan (19-24 November 2025)

3. Pesisir Sumatra Barat

Banjir rob berpotensi terjadi di wilayah berikut:

  • Pesisir Kota Padang (19-21 November 2025)
  • Pesisir Kabupaten Padang Pariaman (19-21 November 2025)
  • Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan (19-21 November 2025)
  • Pesisir Kepulauan Mentawai (19-21 November 2025)

4. Pesisir Jambi

Banjir rob berpotensi terjadi di wilayah berikut:

  • Pesisir Jambi (21-25 November 2025)

5. Pesisir Kepulauan Bangka Belitung

Banjir rob berpotensi terjadi di wilayah berikut:

  • Pesisir Bangka (20-29 November 2025)
  • Pesisir Belitung (20-29 November 2025)

6. Pesisir Lampung

Banjir rob berpotensi terjadi di wilayah berikut:

  • Pesisir Bandar Lampung (21-24 November 2025)
  • Pesisir Tanggamus (21-24 November 2025)
  • Pesisir Lampung Selatan (21-24 November 2025)
  • Pesisir Pesawaran (21-24 November 2025)
  • Pesisir Timur Lampung (21-24 November 2025)
  • Pesisir Barat Lampung (21-24 November 2025)

7. Pesisir Banten

Banjir rob berpotensi terjadi di wilayah berikut:

  • Pesisir Utara Tangerang (19-27 November 2025)
  • Pesisir Utara Serang (23-25 November 2025)
  • Pesisir Barat Pandeglang (20-23 November 2025)
  • Pesisir Selatan Pandeglang (19-25 November)
  • Pesisir Selatan Lebak (19-25 November)

8. Pesisir Jakarta

Banjir rob berpotensi terjadi di wilayah berikut:

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Tren
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Tren
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Tren
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
Tren
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Tren
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Tren
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Tren
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Tren
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Tren
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Tren
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Tren
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Tren
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Tren
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
Tren
WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku, Ini Untung-Rugi dari Sudut Psikologi Kerja
WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku, Ini Untung-Rugi dari Sudut Psikologi Kerja
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau