KOMPAS.com - Kasus super flu menjadi perhatian di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Istilah ini ramai diperbincangkan karena dikaitkan dengan gejala influenza yang dinilai lebih berat, berdurasi lebih lama, serta memicu kelelahan ekstrem pada penderitanya.
Kendati istilah super flu populer di kalangan masyarakat, penting untuk memahami definisi medis yang sebenarnya agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Baca juga: Dokter Berikan Tips Cegah Penularan Superflu di Indonesia, Seperti Apa?
“Super flu bukan merupakan terminologi medis. Istilah ini kerap dipakai oleh orang awam untuk menggambarkan infeksi influenza A H3N2 subclade K," jelas Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. Piprim Basarah Yanuarso.
Virus influenza A H3N2 subclade K diketahui merupakan hasil mutasi yang membuat virus lebih sulit dikenali oleh sistem kekebalan tubuh.
Kondisi ini dapat terjadi bahkan pada individu yang sebelumnya pernah terinfeksi flu atau sudah menerima vaksin influenza.
Senada dengan hal itu, ahli virologi dari Johns Hopkins University Andrew Pekosz, Ph.D., menjelaskan bahwa virus influenza memang dikenal mudah bermutasi.
Menurutnya, mutasi yang terjadi saat ini dapat memberikan keuntungan bagi virus, termasuk meningkatkan kemampuannya bertahan di dalam tubuh manusia.
Meskipun menjadi sorotan dunia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memastikan bahwa situasi di tanah air hingga akhir Desember 2025 masih terkendali.
Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine menegaskan bahwa perkembangan kasus ini di Indonesia hingga akhir Desember 2025 masih dalam batas aman.
“Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan,” ujar Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine dalam keterangan resmi Kemenkes, dikutip dari Kompas.com, Jumat (2/1/2026).
Walaupun data menunjukkan kondisi terkendali, upaya antisipasi terhadap penularan virus tetap menjadi prioritas kesehatan masyarakat.
Pencegahan menjadi penting mengingat virus influenza mudah menyebar, terutama di lingkungan dengan mobilitas tinggi.
Lantas, bagaimana langkah-langkah pencegahan penularan virus Super Flu?
Baca juga: Ada 62 Kasus Superflu di Indonesia, Bagaimana Cara Mengobatinya? Ini Kata Dokter
Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia, dr. Santi memaparkan bahwa terdapat strategi pencegahan yang komprehensif untuk menghadapi risiko ini.