Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Trump Umumkan Armada Militer AS Bergerak Menuju Iran, Ada Tujuan Apa?

Kompas.com, 23 Januari 2026, 11:10 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber BBC, Reuters

KOMPAS.com – Presiden Donald Trump mengatakan, Amerika Serikat telah mengerahkan “armada” menuju Iran, meski ia berharap kekuatan militer tersebut tidak perlu digunakan.

Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One, Kamis (22/1/2026) waktu setempat, sepulangnya dari pertemuan dengan para pemimpin dunia di Davos, Swiss.

“Kami memiliki banyak kapal yang bergerak ke arah sana, untuk berjaga-jaga. Saya lebih memilih tidak terjadi apa-apa, tetapi kami mengawasi mereka dengan sangat ketat,” ujar Trump, dikutip dari Reuters.

Baca juga: Iran Tuding AS dan Israel “Membajak” Aksi Demo, Ini Penjelasan Dubes di Jakarta

Pada kesempatan lain, ia kembali menegaskan, “Kami memiliki armada yang bergerak ke arah itu, dan mungkin kami tidak perlu menggunakannya".

Ada kapal induk USS Abraham Lincoln

Menurut pejabat Amerika Serikat yang berbicara secara anonim kepada Reuters, kapal induk USS Abraham Lincoln beserta sejumlah kapal perusak berpemandu rudal diperkirakan tiba di Timur Tengah dalam beberapa hari ke depan.

Selain itu, Washington juga mempertimbangkan penempatan tambahan sistem pertahanan udara di kawasan tersebut, guna mengantisipasi kemungkinan serangan Iran terhadap pangkalan militer AS di wilayah itu.

Pengiriman kekuatan militer ini memperluas opsi yang dimiliki Trump, baik untuk memperkuat pertahanan pasukan AS di Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan, maupun untuk melakukan aksi militer lanjutan setelah serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni lalu.

Trump kembali memperingatkan Teheran agar tidak melanjutkan program nuklirnya atau melakukan tindakan keras terhadap para demonstran.

“Jika mereka mencoba memulai lagi program nuklir itu, mereka harus pindah ke tempat lain. Kami akan menghantamnya lagi, dengan mudah,” kata Trump.

Baca juga: Trump Klaim Nyawanya Diincar Teheran, Balas Ancam Lenyapkan Iran

Ia juga mengeklaim bahwa ancamannya telah membuat Iran membatalkan rencana hampir 840 eksekusi terhadap para tahanan.

“Saya katakan, jika kalian mengeksekusi orang-orang itu, kalian akan dihantam lebih keras dari sebelumnya. Apa yang kami lakukan terhadap program nuklir Iran akan terlihat seperti hal sepele,” ujarnya.

Trump menilai pembatalan tersebut sebagai “tanda yang baik”, meskipun klaim itu belum dapat diverifikasi secara independen.

Di sisi lain, Iran masih diwajibkan melaporkan kondisi fasilitas nuklirnya kepada Badan Energi Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA).

Laporan itu mencakup keberadaan sekitar 440,9 kilogram uranium yang diperkaya hingga 60 persen, jumlah yang secara teoritis cukup untuk memproduksi sekitar 10 bom nuklir jika diperkaya lebih lanjut.

IAEA sendiri belum memverifikasi stok uranium yang diperkaya tinggi milik Iran selama setidaknya tujuh bulan terakhir, meski idealnya pemeriksaan dilakukan setiap bulan.

Baca juga: Giliran Eks Ratu Iran yang Bicara soal Demo di Negaranya, Apa Katanya?

Halaman:


Terkini Lainnya
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Tren
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Tren
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Tren
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
Tren
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Tren
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Tren
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Tren
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Tren
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Tren
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Tren
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Tren
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Tren
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Tren
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
Tren
WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku, Ini Untung-Rugi dari Sudut Psikologi Kerja
WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku, Ini Untung-Rugi dari Sudut Psikologi Kerja
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau